Page 32 - INFOKES
P. 32

[Type text]
          Diseminasi Informasi                                                                 MEDIA

                                                                                   INFORMASI KESEHATAN

                 Pekerja  RS  berisiko  1.5  kali  lebih  besar  dari  golongan   4.  Masih banyaknya RS daerah yang menerapkan SMK3 RS
           pekerja lain. Probabilitas penularan HIV setelah luka tusuk jarum   hanya  untuk  kepentingan  akreditasi  saja  sehingga

           suntik yang terkontaminasi HIV 4:1000. Risiko penularan HBV   pencatatan  dan  pelaporan  K3  serta  monitoring  dan
           setelah  luka  tusuk  jarum  suntik  yang  terkontaminasi  HBV  27-  evaluasi belum dilaksanakan. Dampaknya adalah standar

           37:100. Risiko penularan HCV setelah luka tusuk jarum suntik   operasional  prosedur  atau  pedoman  SMK3  di  RS  yang
           yang mengandung HCV 3-10:100.                            tidak  berfungsi  sebagaimana  mestinya,  contoh:  ketika

                 Apabila  kita  cermati  dari  pembahasan  di  atas  maka   terjadi  kecelakaan  ditempat-tempat  yang  berpontensi
           peran  SMK3 di RS sangatlah penting diantaranya yaitu :   bahaya di RS maka tidak didata, dan masih banyak yang

           1.  Sebagai upaya untuk mengendalikan, meminimalisasi dan   bingung harus lapor ke siapa dan harus bagaimana.
               bila  memungkinkan  meniadakan  potensi  bahaya  di   Kesimpulan:

               Lingkungan  RS  karena  pekerja,  pengunjung,  pasien  dan   1.  Sistem  Manajemen  Keselamatan  dan  Kesehatan  Kerja
                 masyarakat   sekitar   RS   berharap   mendapatkan   merupakan  faktor  yang  memegang  peranan  penting
               perlindungan  dari  gangguan  kesehatan  dan  kecelakaan   dalam pelayanan rumah sakit diantaranya:
                 kerja, baik dari dampak proses kegiatan pemberi pelayanan   a. Sebagai  upaya  mengendalikan,  meminimalisasi  dan
               maupun karena kondisi sarana dan prasarana yang ada di   bila  memungkinkan  meniadakan  potensi  bahaya  di
                 rumah sakit yang tidak memenuhi standar.              Lingkungan  RS  karena  pekerja,  pengunjung,  pasien
           2.  Sebagai upaya untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan   dan  masyarakat  sekitar  RS  berharap  mendapatkan
                 rumah  sakit  sehingga  masyarakat  bisa  mendapatkan   perlindungan   dari   gangguan   kesehatan   dan
               pelayanan kesehatan yang terbaik.                       kecelakaan  kerja,  baik  dari  dampak  proses  kegiatan
           3.     Sebagai upaya meningkatkan citra & kelangsungan hidup   pemberi pelayanan maupun karena kondisi sarana dan
               RS.                                                     prasarana  yang  ada  di  rumah  sakit  yang  tidak
                 Pada  umumnya  penerapan  pelaksanaan  SMK3  di  RS   memenuhi standar.
           masih  belum  optimal,  terutama  di  RS  daerah.  Hal  ini  terkait   b. Sebagai  upaya  untuk  selalu  meningkatkan  mutu
           adanya beberapa kendala yang dihadapi diantaranya:          pelayanan  rumah  sakit  sehingga  masyarakat  bisa

           1.  Kuantitas  dan  Kualitas  sumberdaya  manusia  relatif  masih   mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik.
                 rendah.                                             c. Sebagai upaya meningkatkan citra dan kelangsungan
                   Masih  kurangnya  tenaga  kesehatan  di  RS,  maka    hidup RS.
                 banyak  tenaga  kesehatan  yang  masih  diberikan  tugas   2.  Pada  umumnya  penerapan  pelaksanaan  SMK3  di  RS
              rangkap.  Hal  tersebut  tentunya  dapat  mengakibatkan   masih  belum  optimal.  Hal  ini  terkait  adanya  beberapa
                 kelelahan.  Di  sisi  lain,  sebagai  pemberi  jasa  pelayanan   kendala  yang  dihadapi,  diantaranya  karena  masalah
              kesehatan, rumah sakit beroperasi 24 jam. Dengan demikian   SDM, Anggaran dan proses pelaksanaan SMK3 di RS.

              pelayanan  di  rumah  sakit  menuntut  adanya  pola  kerja   3.  Penerapan  SMK3  tentu  tidak  mudah  dilakukan  oleh
              bergilir. Pola kerja yang berubah juga dapat mempengaruhi   sebuah RS. Perlu keseriusan dari semua pihak dan RS

              kehidupan psikis seseorang. Beban psikis ini dalam jangka   harus  selalu  mengupayakan  peningkatan  sistem
              waktu lama dapat menimbulkan stress.                   manajemen  K3.  Cara  memperbaiki  sistem  yang  ada
                   Penerapan   ilmu   pengetahuan   dan   teknologi   terutama dimulai dengan komitmen dari semua pihak di
              membutuhkan tenaga ahli yang terampil. Kualitas SDM yang   RS  untuk  membudayakan  K3  di  RS,  tingkatkan

              relatif  rendah  tercermin  dalam  latar  belakang  tingkat   pengetahuan  K3,  kesadaran  akan  K3  dan  potensi
              pendidikannya. Tanpa  tenaga  kerja  yang  berkualitas  maka   bahaya sehingga diharapkan dapat mengendalikan dan

              pelayanan    kesehatan  yang  makin  canggih  justru  dapat   meminimalisasi  potensi-potensi  bahaya  yang  mungin
              menimbulkan kesulitan. Kemampuan mengoperasikan alat-  timbul dan mengancam jiwa dan kehidupan pegawai RS,

              alat  modern  secara  aman  menjadi  sangat  terbatas  dan   pasien, pengunjung maupun masyarakat yang berada di
              dapat menyebabkan kecelakaan kerja.Selain itu kesadaran   sekitar wilayah RS.

              terhadap masalah K3 juga relatif rendah, masih jarang sekali
              rumah sakit yang mempunyai tenaga berpendidikan K3 baik   Referensi:

              yang sarjana maupun yang pasca sarjana.            1. Undang-undang RI No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan.
           2.  Penerapan  SMK3  di  RS  memerlukan  dana  yang  tidak   2004. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

              sedikit.  Sebagian  besar  RS  daerah  belum  bisa   2. Peraturan  Menteri  Tenaga  Kerja  No.:  PER.05/MEN/1996
              melaksanakan SMK3 secara menyeluruh, tetapi hanya bisa   Tentang  Sistem  Manajemen  Keselamatan  dan  Kesehatan

              dipenuhi  secara  bertahap.  Apabila  terjadi  penyakit  akibat   Kerja
              kerja  atau  kecelakaan  akibat  kerja  maka  risiko  dan  biaya   3. ________.  2006.  Pedoman  Manajemen  Kesehatan  dan

              yang harus ditanggung oleh RS tentunya akan lebih besar   Keselamatan Kerja (K3) di Rumah Sakit. Jakarta: Direktorat
              dan lebih merugikan RS.                              Bina Kesehatan Kerja Departemen Kesehatan RI.

           3.  Lemahnya  data  dan  informasi  yang  berkaitan  dengan  K3,   4. Keputusan  Menteri  Kesehatan  Republik  Indonesia  Nomor
              menyulitkan  untuk  menerapkan  prioritas  dan  konsentrasi   432/Menkes/SK/IV/2007  Tentang  Pedoman  Manajemen

              penanganan  masalah  kecelakaan  kerja.  K3RS  merupakan   Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Rumah Sakit.
              program  yang  belum  semua  rumah  sakit  melaksanakan   5.  Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor:

              dengan  benar,  sehingga  kegiatannya  belum  terarah.  Oleh   1087/Menkes/SK/VIII/2010 tentang Standar kesehatan dan
              karena  itu,  data  tentang  angka  kecacatan,  kesakitan  dan   keselamatan kerja di rumah sakit
              kematian akibat kerja belum ada di rumah sakit.





                                                                INFOKES EDISI 37, DESEMBER 2017              30
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37