Page 36 - INFOKES
P. 36
[Type text]
Pojok Infokes MEDIA
INFORMASI KESEHATAN
MEROKOK: Sebuah Dilema (Keinginan atau
Keterpaksaan), Mereka Hanyalah KORBAN
Aris Sugiharto
Ketua Bidang II IAKMI Jawa Tengah,
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Penggiat Tobacco Control,
Kandidat Doktor Ilmu Kedokteran/ Kesehatan Undip
Rokok, adalah satu kata yang dapat menciptakan pro faktor risiko terjadinya berbagai macam penyakit, terutama
dan kontra, satu kata yang katanya bisa membuat petani menjadi penyakit tidak menular/ penyakit kronis yang notebene sulit atau
makmur, satu kata yang katanya dapat menciptakan lapangan tidak bisa disembuhkan.
kerja, satu kata yang katanya dapat membuat yang merokok Merokok pada awalnya merupakan sebuah perilaku coba-
menjadi nikmat, satu kata yang dapat membuat orang yang tidak coba dengan berbagai macam pengaruh. Bisa karena pengaruh
suka menjadi jengah, satu kata yang dapat menimbulkan iklan, teman, keluarga, lingkungan, orang yang dikagumi dan lain
berbagai macam penyakit, bahkan satu kata yang dapat sebagainya. Terutama iklan rokok, sesungguhnya lebih ditujukan
kepada para remaja dan generasi muda, dengan berbagai
menjadikan kelompok tertentu bersikeras menghapus/ macam kalimat propaganda diplomatis yang dapat membius
menghilangkan kalimat: rokok merupakan zat adiktif, pada salah alam fikir para remaja.
satu ayat dalam undang-undang kesehatan, sehingga dengan Remaja atau anak baru gede akan menyikapi kata-kata
terpaksa tersebut dengan berbagai macam persepsi. Ada yang
mereka harus berusan dengan hukum. Paling utama
adalah rokok merupakan satu kata yang sudah pasti membuat menganggap iklan itu tidak penting dengan berkata “aahh itu
produsennya menjadi kaya raya. hanya kalimat yang tidak penting, emang gue pikirin”. Tetapi
Tidak ada kata lain sebagai ungkapan heroik dari satu kata banyak juga yang mengolah kalimat tersebut ke dalam alam
itu kecuali LUAR BIASA. Memang sungguh luar biasa, semua hal pikirnya seperti “kalau aku mau dikatakan pria yang punya selera,
yang terjadi tersebut merupakan kedigdayaan dari sebuah produk aku harus merokok seperti di iklan itu dong” atau “ini adalah
yang dapat menghipnotis banyak orang, agar terus menikmatinya maha karya Indonesia, berarti aku harus mendukungnya dengan
cara menghisapnya” atau dengan berbagai macam cara berfikir
tanpa memikirkan dampak kesehatan yang sewaktu-waktu bisa dengan olah fikirnya sendiri yang acapkali keliru.
terjadi dan bahkan dapat mengancam jiwanya. Mereka tidak menyadari bahwa perilaku coba-coba
Bahkan oleh seorang penyair kondang (Taufik Ismail), satu tersebut dapat menjadikannya penikmat semu, karena yang
kata tersebut diibaratkan sebagai “TUHAN SEMBILAN SENTI”. mereka coba mengandung zat adiktif penyebab kecanduan.
Tuhan.......ya memang seperti tuhan, dimana saja para perokok Berapa juta remaja berperilaku seperti ini setiap harinya, dan
berada, barang itu selalu dibawa, ditepuk-tepuk, dielus-elus dan berapa batang rokok yang bisa mereka habiskan walaupun
ditimang-timang sebelum dibakar untuk dihisap dan mungkin tidak awalnya hanya merupakan coba-coba.
terlalu salah kalau ada yang mengatakan sebagai “istri kedua”. Waaah berhasil dong. Yaaa....memang menjadi berhasil
Ada pecandu rokok yang lagi asyik ngobrol dengan sesamanya dan itulah susungguhnya tujuan dari iklan rokok tersebut.
berkelakar “mending kehilangan istri dari pada disuruh berhenti Walaupun para pembuat iklan berkilah bahwa iklan tersebut
“bukan ditujukan untuk kalangan anak dan remaja”, tapi siapakah
merokok”. Busyet deh...sungguh ampuh satu kata itu sehingga yang dapat menjamin kalau iklan itu tidak dibaca dan dinikmati
dapat menjadikan pengagumnya lupa diri atau sengaja oleh anak-anak dan remaja. Nonsen......itu hanyalah ungkapan
melupakan dirinya dan juga ngalup terhadap istrinya. permisif yang sangat diplomatis. Karena sesungguhnya perokok
Bahkan beberapa oknum perokok, di saat bedug magrib di dewasa tidak perlu diiklani, karena mereka sudah kecanduan
Puasa Romadlon, adalah merupakan barang yang pertama kali nikotin dan sampai ke lubang semutpun yang namanya rokok
disentuh dan dibelai-belai untuk kemudian dihisap sebelum akan tetap dicari.
membatalkan puasa dengan minum atau makan, apalagi Mau diakui atau tidak, anak-anak, remaja dan para
mengambil air wudlu. Maka sudah sepantasnya dan sangat wajar generasi muda merupakan sasaran tembak iklan rokok karena
apabila satu kata itu dikatakan sebagai tuhan sembilan senti bagi mereka adalah pelanggan tetap hari esok. Hal ini diakui sendiri
orang-orang yang menikmatinya. oleh raja rokok dunia Philip Morris, melalui orang
kepercayaannya menyatakan bahwa “Remaja hari ini adalah
Banyak orang yang telah mengetahui bahaya rokok, calon pelanggan tetap hari esok karena mayoritas perokok
bahkan penikmatnyapun tahu tentang hal ini. Akan tetapi sayang memulai merokok ketika usia remaja. Pola merokok remaja
seribu sayang, Tuhan menciptakan tembakau sebagai bahan sangatlah penting bagi Phillip Morris”.
dasar rokok yang apabila dihisap, tidak secara langsung atau Sebuah dilema memang, karena industri rokok sudah
seketika membuat yang menghisap menjadi sakit atau bahkan kadung dianggap memberikan kontribusi cukup besar pada
mati. Tapi memang begitulah mungkin rahasia Ilahi agar keuangan negara melalui cukainya. Padahal yang tidak pernah
kahidupan ini menjadi lebih berwarna dengan berbagai macam dipikirkan atau sengaja tidak terpikirkan oleh hampir semua
cara manusia menyikapinya. Terlepas dari anggapan, persepsi, kalangan, baik masyarakat atau bahkan pemerintah sendiri,
keinginan, bahkan keyakinan dari setiap insan dalam menyikapi bahwa beban ekonomi keluarga karena belanja rokok
hal tersebut, rokok tetaplah rokok yang secara ilmiah merupakan sesungguhnya sangat berat (terutama keluarga kurang mampu).
INFOKES EDISI 37, DESEMBER 2017

