Page 31 - INFOKES
P. 31

[Type text]
          Diseminasi Informasi                                                                 MEDIA

                                                                                   INFORMASI KESEHATAN

           Peran Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) di Rumah Sakit

           Wildan Pahlevi, SKM

           Fungsional Adminkes pada RSUD Muntilan, Kabupaten Magelang


                 Kesehatan  dan  keselamatan  kerja  (K3)  merupakan   Data  dan  fakta  K3  RS  menurut  Standar  K3  RS  (Depkes,
           upaya kesehatan yang semakin penting. Pada dasarnya setiap   2010) yaitu:

           pekerjaan  selalu  ada  bahaya  yang  mengancam  manusia,   a.  Secara Global :

           mahluk  hidup  lainnya  dan  aset-aset  disekitar.  Kerugian/  risiko   WHO: Dari 35 juta pekerja kesehatan :
           yang diakibatkan bervariasi dari yang sangat kecil sampai yang   -  3  juta  terpajan  patogen  darah  (2  juta  terpajan  virus

           terbesar yaitu kematian.                                    HBV, 0,9 juta terpajan virus HBC dan 170.000 terpajan
                 Berdasarkan  data  International  Labour  Organization   virus HIV/AIDS).

           (ILO)  tahun  2013,  satu  pekerja  di  dunia  meninggal  setiap  15   -  Dapat terjadi : 15.000 HBC, 70.000 HBB & 1000 kasus
           detik karena kecelakaan kerja dan 160 pekerja mengalami sakit   HIV

           akibat kerja. Tahun sebelumnya (2012) ILO mencatatat angka   -  Lebih dari 90% terjadi di negara berkembang.
           kematian  dikarenakan  kecelakaan  dan  penyakit  akibat  kerja   -  8-12% pekerja RS, sensitif terhadap lateks.

           (PAK) sebanyak 2 juta kasus setiap tahun.                 -  ILO  (2000):  Kematian  akibat  penyakit  menular  yang
                 Pelaksanaan  K3  merupakan  suatu  bentuk  upaya  untuk   berhubungan dengan pekerjaan: Laki-laki 108.256 dan
           menciptakan tempat kerja yang sehat dan aman sehingga dapat   perempuan 517.404
           mengurangi  dan  atau  bebas  dari  penyakit  akibat  kerja  serta   b.  Di luar negeri :

           kecelakaan  kerja  yang  pada  akhirnya  dapat  mewujudkan   -  USA : (per tahun) 5000 petugas kesehatan  terinfeksi
           produktivitas kerja yang optimal.                           Hepatitis B 47 positif HIV dan Setiap tahun 600.000-

                 Di dalam Undang-Undang  nomor 13 tahun 2003 tentang   1.000.000  luka  tusuk  jarum  dilaporkan  (diperkirakan

           ketenagakerjaan  menyebutkan  bahwa  setiap  pekerja/  buruh   lebih dari 60% tidak dilaporkan)
           mempunyai  hak  untuk  memperoleh  perlindungan  atas     -  SC-Amerika  (1998)  mencatat  frekuensi  angka

           keselamatan  dan  kesehatan  keja,  moral  dan  kesusilaan,  dan   kecelakaan  akibat  kerja  di  RS  lebih  tinggi  41%
           perlakuan  yang  sesuai  dengan  harkat  dan  martabat  manusia   dibanding  pekerja  lain  dengan  angka  kecelakaan

           serta  nilai-nilai  agama.  Oleh  karena  itu  untuk  melindungi   akibat kerja terbesar adalah jarum suntik (NSI-Needle
           keselamatan  pekerja,  maka  di  setiap  tempat  kerja  harus   Stick Injuries)

           diselenggarakan upaya kesehatan dan keselamatan kerja. Hal   -  Staf  wanita  RS  yang  terpajan  gas  anestesi,  secara
           tersebut selaras dengan undang-undang nomor 36  tahun 2009   signifikan  meningkatkan  abortus  spontan,  anak  yang

           tentang kesehatan yang menyatakan bahwa setiap tempat kerja   dilahirkan  mengalami  kelainan  kongenital  (studi
           wajib menyelenggarakan kesehatan kerja.                     restrospektif  di  Rumah  Sakit  Ontario  terhadap  8.032


                 Dalam  Peraturan  Menteri  Tenaga  Kerja  Nomor       orang, tahun 1981-1985).
           PER.05/MEN/1996 tentang sistem manajemen keselamatan dan   -  41 % perawat RS mengalami cedera tulang belakang

           kesehatan  kerja  telah  diatur  khusus  pelaksanaan  K3  dalam   akibat kerja (occupational low back pain), (Harber P et
           suatu sistem yang disebut sistem manajemen keselamatan dan   al, 1985)

           kesehatan kerja (SMK3).  Kemudian pada pasal 3 Permenaker   c.  Di Indonesia :

           tersebut  dinyatakan  bahwa  setiap  perusahaan  yang     -  Gaya  berat  yang  ditanggung  pekerja  rata-rata  lebih
           mempekerjakan  tenaga  kerja  sebanyak  100  orang  atau  lebih   dari  20  kg.  Keluhan  subyektif  low  back  pain  didapat

           dan  atau  mengandung  potensi  bahaya  yang  ditimbulkan  oleh   pada 83.3 % pekerja. Penderita terbanyak usia 30-49:
           karakteristik  proses  atau  bahan  produksi  yang  dapat   63.3%.  (instalasi  bedah  sentral  di  RSUD  di  Jakarta

           mengakibatkan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, ledakan,   2006)
           kebakaran, dan pencemaran wajib menerapkan SMK3.          -  65.4%  petugas  pembersih  suatu  RS  di  Jakarta

                 Rumah  sakit  merupakan  salah  satu  dari  tempat  kerja   menderita  Dermatitis  Kontak  Iritan  Kronik  Tangan
           dengan  beragam  ancaman  bahaya  yang  bisa  mengancam     (2004).

           keselamatan dan kesehatan, bukan sekedar pada tenaga kerja   -  Penelitian  dr.  Joseph  tahun  2005-2007  mencatat
           di     rumah  sakit,  namun  juga  pada  pasien,  pengunjung,   bahwa  angka  kecelakaan  akibat  kerja  NSI  mencapai
           pengantar  pasien,  peserta  didik  dan  masyarakat  disekitar.   38-735 dari total petugas kesehatan.
           Potensi  bahaya  di  RS  disebabkan  oleh  beberapa  faktor   -  Prevalensi  gangguan  mental  emosional  17.7%  pada

           diantaranya yaitu faktor biologis (virus, bakteri, jamur, parasit),   perawat di suatu Rumah Sakit di Jakarta berhubungan

           faktor kimia (antiseptik, reagent, gas anestesi), faktor ergonomi   bermakna dengan stressor kerja.
           (lingkungan  kerja,  cara  kerja  dan  posisi  kerja  yang  salah),   -  Insiden akut secara signifikan lebih besar terjadi pada

           faktor fisik (suhu, cahaya, bisiing, listrik, getaran, dan radiasi),   Pekerja  Rumah  Sakit  dibandingkan  dengan  seluruh
           dan  faktor  psikososial  (kerja  bergilir,  beban  kerja,  hubungan   pekerja  di  semua  kategori  (jenis  kelamin,  ras,  umur
           sesama  pekerja/atasan)  yang  dapat  mengakibatkan  penyakit   dan status pekerjaan. (Gun 1983).
           dan  kecelakaan  akibat  kerja.  (Depkes,  2010).  sakit  untuk   Berdasarkan  data-data  yang  ada  Insiden  akut  secara
           mengendalikan   bahaya   resiko   tersebut   dengan   signifikan lebih besar terjadi pada Pekerja RS dibandingkan
           mengaplikasikan sistem manajemen K3 di RS.            dengan seluruh pekerja di semua kategori (jenis kelamin, ras,
                                                                 umur dan status pekerjaan) (Gun 1983).





                                                                INFOKES EDISI 37, DESEMBER 2017              29
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36