Page 30 - INFOKES
P. 30

[Type text]
          Diseminasi Informasi                                                                 MEDIA

                                                                                   INFORMASI KESEHATAN



          Vektor                                                     Tempat  perindukan  nyamuk  berbeda-beda  tergantung
               Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui terdapat 23   jenisnya. Umumnya nyamuk beristirahat di tempat-tempat teduh,

          spesies  nyamuk  dari  5  genus  yaitu  :  Mansonia,  Anopheles,   seperti semak-semak di sekitar tempat perindukan dan di dalam
          Culex,  Aedes  dan  Armigeres  yang  menjadi  vektor  Filariasis.   rumah pada tempat-tempat yang gelap.

          Sepuluh spesies nyamuk Anopheles telah diidentifikasi sebagai   Sifat nyamuk dalam memilih jenis mangsanya berbeda-
          vektor   Wuchereria   bancrofti   tipe   pedesaan.   Culex   beda, dapat hanya menyukai darah manusia (antropofilik), darah

          quinquefasciatus  merupakan  vektor  Wuchereria  bancrofti  tipe   hewan  (zoofilik),  atau  darah  hewan  dan  manusia
          perkotaan.  Enam  spesies  Mansonia  merupakan  vektor  Brugia   (zooantropofilik).  Demikian  juga  mencari  mangsanya  berbeda-

          malayi. Semua nyamuk dpt jadi vektor penular filariasis   beda, dapat hanya di luar rumah (eksofagik) atau dalam rumah
               Untuk   melaksanakan   upaya   pencegahan   dan   (endofagik).  Perilaku  nyamuk  ini  dapat  berpengaruh  terhadap

          pemberantasan  vektor  Filariasis,  perlu  mengetahui  bionomik   distribusi  kasus  Filariasis.  Setiap  daerah  mempunyai  spesies
          (tata  hidup)  vektor  yang  mencakup  tempat  berkembang  biak   nyamuk berbeda-beda, dan pada umumnya terdapat beberapa

          (breeding  places),  perilaku  menggigit  (mencari  darah)  dan   spesies  nyamuk  sebagai  vektor  utama  dan  spesies  lainnya
          tempat istirahat.                                     hanya merupakan vektor potensial.












                                          Gambar Vektor Nyamuk Penyebab Filariasis


          Gejala Klinis Akut & Kronis                           Penanggulangan Filariasis
               Gejala  klinis  sangat  bervariasi,  mulai  dari  yang   Penanggulangan  Filariasis  merupakan  upaya  dalam  mencapai

          asimtomatis sampai yang berat. Hal ini tergantung pada daerah   eliminasi Filariasis, terdiri dari beberapa kegiatan pokok seperti
          geografi, spesies parasit, respons imun penderita dan intensitas   surveilans  kesehatan,  penanganan  penderita,  pengendalian
          infeksi.                                              faktor risiko, dan komunikasi, informasi, dan edukasi.
          Gejala klinis akut kaki gajah berupa:                 1. Surveilans kesehatan

          -  Demam berulang-ulang selama 3-5 hari. Demam dapat hilang   Penemuan  penderita  Filariasis  dilaksanakan  dengan
           bila istirahat dan timbul lagi setelah bekerja berat.   melakukan  survei  penderita  Filariasis  kronis  atau  dengan

          -  Pembengkakan  kelenjar  getah  bening  (tanpa  ada  luka)  di   kegiatan rutin lainnya. Secara teoritis, penemuan kasus klinis
           daerah  lipatan  paha,  ketiak  tampak  kemerahan,  panas  dan   berdasar pada sebaran keberadaan penderita Filariasis klinis,
           sakit.                                                dan  identifikasi  orang  yang  positif  mikrofilaria  serta  analisis
          -  Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan   faktor  yang  mempengaruhinya.  Penderita  Filariasis  klinis
           sakit yang menjalar dari pangkal  kaki atau lengan ke arah   seringkali  ada  ditengah-tengah  masyarakat,  tanpa  diketahui
           ujung.                                                oleh petugas kesehatan, terutama di daerah yang jauh dari
          -  Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, kantong buah zakar   jangkauan pelayanan kesehatan.
           yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas.       2. Penanganan  penderita  dalam  penanggulangan  Filariasis
          -  Terjadi  abses  akibat  seringnya  menderita  pembengkakan   bertujuan  mencegah  dan  membatasi  kecacatan  dan  agar
           kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah   penderita mampu hidup lebih baik serta dapat berpartisipasi
           serta darah                                           aktif  dalam  kehidupan  bermasyarakat.  Secara  khusus
          Sedangkan gejala klinis kronis kaki gajah berupa Pembesaran   penanganan penderita bertujuan meningkatkan pengetahuan
          yang menetap pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar.   dan  keterampilan  petugas,  penderita  Filariasis  dan
                                                                 keluarganya  dalam  penatalaksanaan  penderita  secara
          Pengobatan                                             mandiri;  menurunnya  jumlah  serangan  akut  pada  penderita
               Obat  utama  adalah  dietilkarbamazin  sitrat  (DEC).  DEC   kronis;  mencegah  dan  membatasi  kecacatan  dan  tindakan
          bersifat  membunuh  mikrofilaria  dan  juga  cacing  dewasa  pada   medik (bedah) pada penderita Filariasis hidrokel.
          pengobatan jangka panjang. Hingga saat ini, DEC merupakan   3. Pengendalian faktor risiko sumber penularan Filariasis utama
          satu-satunya  obat  yang  efektif,  aman,  dan  relatif murah. DEC   yaitu  manusia  terinfeksi  cacing  filaria,  dengan  beberapa
          Berpengaruh cepat terhadap mikrofilaria dalam sirkulasi darah,   komponen  yaitu  Vektor  (nyamuk  yang  infektif),  Hospes
          melumpuhkan otot mikrofilaria, sehingga tidak bertahan hidup,   (manusia dan hewan) serta  Lingkungan yang mendukung.
          mengubah dinding cacing sehingga mudah hancur oleh sistem   4. Penyelenggaraan kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi
          pertahanan  tubuh,  DEC  cepat  diserap  dari  saluran  cerna  dan   adalah  upaya  menyusun  rancangan  strategis  promosi
          mencapai kadar maksimal dalam plasma darah setelah 4 jam   kesehatan  secara  efisien  dan  efektif  untuk  mendukung
                                                                 eliminasi Filariasis tahun 2020 di Indonesia.
          dan dikeluarkan dari tubuh dalam waktu 48 jam






                                                            INFOKES EDISI 37, DESEMBER 2017
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35