Page 36 - Profil Jateng 2018 cetak
P. 36

Kabupaten/kota  dengan  pencapaian  Posyandu  strata  mandiri  tertinggi
                         adalah Purbalingga (70,6 persen), diikuti Klaten (57,3 persen), dan Temanggung
                         (47,9  persen).  Kabupaten/kota  dengan  pencapaian  strata  mandiri  terrendah

                         adalah  Kota  Salatiga  (4,0  persen),  Kota  Pekalongan  (5,1  persen)  dan  Kota
                         Magelang (5,3 persen).
                      2.  Poliklinik Kesehatan Desa

                                Poliklinik  Kesehatan  Desa  (PKD)  adalah  wujud  upaya  kesehatan
                         bersumberdaya masyarakat yang merupakan program unggulan di Jawa Tengah

                         dalam  rangka  mewujudkan  desa  siaga.  PKD  merupakan  pengembangan  dari
                         Pondok  Bersalin  Desa.  Dengan  dikembangkannya  Polindes  menjadi  PKD  maka
                         fungsinya  menjadi  tempat  untuk  memberikan  penyuluhan  dan  konseling

                         kesehatan    masyarakat,    sebagai    tempat   untuk    melakukan    pembinaan
                         kader/pemberdayaan masyarakat, forum komunikasi pembangunan kesehatan di

                         desa, memberikan pelayanan kesehatan dasar termasuk kefarmasian sederhana
                         dan untuk deteksi dini serta penanggulangan pertama kasus gawat darurat.
                                Pengembangan PKD dimulai sejak tahun 2004. Jumlah PKD pada tahun

                         2017  sebanyak  5.975  buah.  Pos  Kesehatan  Desa  tersebar  di  29  kabupaten  di
                         Jawa Tengah, sedangkan di wilayah kota tidak ada PKD.
                      3.  Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM)

                                Posbindu  PTM  yang  mulai  dikembangkan  pada  tahun  2011  merupakan
                         wujud  peran  serta  masyarakat  dalam  melakukan  kegiatan  deteksi  dini  dan
                         pemantauan faktor risiko PTM utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan

                         periodik.  Kegiatan  Posbindu  PTM  juga  terintegrasi  secara  rutin  di  masyarakat,
                         seperti  di  lingkungan  tempat  tinggal  dalam  wadah  desa/kelurahan  siaga  aktif.

                         Tujuan  Posbindu  PTM  adalah  meningkatkan  peran  serta  masyarakat  dalam
                         pencegahan  dan  penemuan  dini  faktor  risiko  PTM.  Sasaran  utama  kegiatan
                         adalah  kelompok  masyarakat  sehat,  berisiko  dan  penyandang  PTM  berusia  15

                         tahun ke atas.
                                Persentase  desa/kelurahan  yang  melaksanakan  kegiatan  Posbindu  PTM

                         tahun  2018  sebesar  57,3%  (4.904  desa/kelurahan).  Pertumbuhan  jumlah
                         Posbindu PTM tahun 2017-2018 mencapai 96,7%Perkembangan jumlah Posbindu
                         PTM dari tahun 2013-2018 dapat dilihat pada gambar 2.11.
                                Jika  dilihat  menurut  kabupaten/kota,  Kabupaten  Purworejo  merupakan

                         kabupaten/kota  dengan  jumlah  Posbindu  PTM  terbanyak  (502  Posbindu),
                         sementara Kota Magelang hanya memiliki 23 posbindu PTM.





                  Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018                                    20
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41