Page 33 - Profil Jateng 2018 cetak
P. 33

terjaminnya  ketersediaan  obat  dan  vaksin  sesuai  kebutuhan.  Indikator
                         ketersediaan  obat  merupakan  salah  satu  indikator  yang  ditetapkan  untuk
                         mengukur kinerja Kementerian Kesehatan RI melalui Dirjen Kefarmasian dan Alat

                         Kesehatan.
                                Penilaian  Indikator  Ketersediaan  Obat  dihitung  berdasarkan  persentase
                         ketersediaan obat dan vaksin di puskesmas. Definisi operasional dari persentase

                         ketersediaan  obat  dan  vaksin  adalah  tersedianya  obat  dan  vaksin  indikator  di
                         puskesmas  untuk  pelayanan  kesehatan  dasar,  dimana  pemantauan  dilakukan

                         terhadap data ketersediaan 20 item obat dan vaksin di puskesmas dengan rincian
                         terdiri  dari  17  item  obat  dan  3  item  vaksin  yang  bersifat  esensial.  Obat-obatan
                         yang  masuk  dalam  daftar  penilaian  indikator  ketersediaan  obat  tersebut

                         merupakan  obat  pendukung  program  kesehatan  ibu,  kesehatan  anak,
                         penanggulangan penyakit serta obat dan vaksin pelayanan kesehatan dasar yang

                         banyak digunakan dan tercantum dalam Formularium Nasional (FORNAS).
                                Pemantauan  ketersediaan  obat  tahun  2018  digunakan  untuk  mengetahui
                         kondisi  tingkat  ketersediaan  obat  di  Puskesmas.  Kegiatan  ini  dilakukan  untuk

                         mendukung  pemerintah  pusat  dan  daerah  dalam  rangka  menentukan  langkah-
                         langkah kebijakan yang akan diambil di masa yang akan datang. Di era otonomi
                         daerah, pengelolaan obat merupakan salah satu kewenangan yang diserahkan ke

                         kabupaten/kota,  kemudian  didistribusikan  ke  Puskesmas  ditiap  kabupaten/kota
                         tersebut.  Adanya  data  ketersediaan  obat  di  provinsi  atau  kabupaten/kota  akan
                         mempermudah penyusunan prioritas bantuan maupun intervensi program di masa

                         yang akan datang.
                                Berdasarkan  data  Program  Farmamin  dan  Perbekes  Dinas  Kesehatan

                         Provinsi Jawa Tengah didapatkan bahwa sebesar 94,3% dari seluruh puskesmas
                         di Provinsi Jawa Tengah memiliki ketersediaan obat dan vaksin esensial di atas
                         80%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dari 20 item obat dan vaksin, sebanyak >

                         16 jenis obat dan vaksin yang tersedia di Puskesmas.

                  D.  UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)

                             Upaya  Kesehatan  Bersumberdaya  Masyarakat  (UKBM)  merupakan  bentuk
                      partisipasi/peran  serta   masyarakat    dalam    penyelenggaraan     pembangunan
                      kesehatan. Bentuk peran serta masyarakat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk

                      yaitu  manusianya,  pendanaannya,  aktivitasnya  dan  kelembagaannya  seperti
                      posyandu,  pos  lansia,  polindes,  PKD,  pos  UKK,  poskestren,  KP-KIA,  Toga,  BKB,

                      posbindu,  Pos  malaria  desa,  Pos  Tb  desa    dan  masih  banyak  lainnya.  Upaya



                  Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018                                    17
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38