Page 32 - Profil Jateng 2018 cetak
P. 32
produksi maupun distribusi berlokasi di kota besar seperti Semarang.
Ketersediaan ini terkait dengan sumberdaya yang dimiliki dan kebutuhan pada
wilayah setempat. Masih perlu diupayakan adanya pemerataan sarana produksi
kefarmasian sehingga seluruh masyarakat di Jawa Tengah dapat mengakses
sarana kesehatan di bidang kefarmasian dan alat kesehatan. (lihat gambar 2.6.)
Cakupan sarana distribusi bidang kefarmasian dan alat kesehatan
menggambarkan tingkat ketersediaan sarana pelayanan kesehatan yang
melakukan upaya distribusi di bidang kefarmasian dan alat kesehatan. Yang
termasuk sarana distribusi di bidang kefarmasian dan alat kesehatan antara lain
Penyalur Alat Kesehatan, Pedagang Besar Farmasi (PBF), Apotek dan Toko Obat.
Gambar 2.7
Jumlah Sarana Distribusi Kefarmasian dan Alat Kesehatan
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018
4000
3467
3500
3000
2500
2000
1500
1000
500
500 224
111
0
PBF Penyalur Alkes Toko Obat Apotek
Sumber Data Program Farmamin dan Perbekes Tahun 2018
2. Ketersediaan Obat
Obat merupakan salah satu komoditi kesehatan yang memiliki peranan
penting dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Obat harus
tersedia secara cukup, baik item dan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan
masyarakat akan obat, sehingga pelayanan kesehatan tidak terhambat. Sesuai
dengan salah satu tujuan yang tercantum dalam Kebijakan Obat Nasional
(KONAS) yang tertuang dalam Kepmenkes No 189/Menkes/SK/III/2006, yaitu
ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan obat utamanya obat esensial
dijamin oleh pemerintah, maka sudah menjadi komitmen bahwa pemerintah turut
serta dalam upaya penyediaan obat untuk masyarakat, utamanya melalui sarana
kesehatan milik pemerintah. Hal ini juga sejalan dengan Nawacita Presiden RI
pada butir kelima dengan programnya berupa Program Indonesia Sehat,
utamanya terkait pada pilar penguatan pelayanan kesehatan, dalam hal ini melalui
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 16

