Page 106 - Profil Kesehatan 2015
P. 106
Posyandu merupakan hasil dari akumulasi peran serta ibu, keluarga, kader,
dan seluruh komponen masyarakat dalam mendorong, mengajak,
memfasilitasi, dan mendukung balita agar ditimbang di Posyandu untuk
dipantau pertumbuhannya. Dengan demikian indikator D/S dapat dikatakan
sebagai indicator partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu.
Gambar 4.34
Cakupan Balita Ditimbang di Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2011 – 2015
100
80
60
40
20
0
2010 2012 2013 2014 2015
Balita ditimbang 89,49 79 72,44 80,4 73,9
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015
Persentase D/S di Jawa Tengah pada tahun 2015 sebesar 73,9 persen,
mengalami penurunan bila dibandingkan dengan persentase D/S tahun 2014
yaitu 80,4 persen. Persentase D/S menunjukkkan tingkat partisipasi
masyarakat dalam kegiatan Posyandu. Target pastisipasi masyarakat dalam
kegiatan Posyandu di Jawa Tengah adalah 80 persen, dengan demikian
persentase D/S tahun 2015 masih dibawah target.
22. Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan
Kejadian gizi buruk perlu dideteksi secara dini melalui intensifikasi
pemantauan tumbuh kembang balita di posyandu, dilanjutkan dengan
penentuan status gizi oleh bidan di desa atau petugas kesehatan lainnya.
Penemuan kasus gizi buruk harus segera ditindak lanjuti dengan rencana
tindak yang jelas, sehingga penanggulangan gizi buruk memberikan hasil
yang optimal.
Pendataan gizi buruk di Jawa Tengah didasarkan pada 2 kategori yaitu
dengan indikator membandingkan berat badan dengan umur (BB/U) dan
kategori kedua adalah membandingkan berat badan dengan tinggi badan
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 89

