Page 105 - Profil Kesehatan 2015
P. 105







tahun 2014 yaitu 86,9 persen. Cakupan pelayanan anak balita di Jawa Tengah
selama lima tahun terakhir dapat dilihat pada gambar 4.33.

Gambar 4.33
Cakupan Pelayanan Anak Balita Menurut Kabupaten/Kota
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015

120,00
93,79 94,39 96,69 98,83 100,00 100,00 101,33
100,00 86,68 87,97 88,20 88,41 90,10 90,32 90,49 90,60 90,68 91,02 91,87 91,92 92,19 93,45 86,22
74,49 74,84 76,17 79,37 80,07 81,11 81,64 81,87 84,58 85,32
80,00 57,22 67,74 67,81 70,36

60,00
40,00

20,00

0,00




Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015

Dari gambar 4.33, terdapat tiga kabupaten/kota dengan persentase
pelayanan anak balita mencapai 100 persen yaitu Klaten, Kota Pekalongan,
dan Kebumen. Kabupaten/kota dengan persentase pelayanan anak balita

terrendah adalah Wonosobo yaitu 57,2 persen, diikuti Sukoharjo 67,7 persen,

dan Magelang 67,8 persen.

21. Cakupan Balita Ditimbang
Jumlah balita ditimbang di Posyandu merupakan data indikator

terpantaunya pertumbuhan balita melalui pengukuran perubahan berat badan
setiap bulan sesuai umur. Balita yang rutin menimbang adalah balita yang

selalu terpantau pertumbuhannya. Secara kuantitatif indikator balita
ditimbang menjadi indikator pantauan sasaran (monitoring covered),

sedangkan secara kualitatif merupakan indikator cakupan deteksi dini
(surveillance covered). Semakin besar persentase balita ditimbang semakin

tinggi capaian sasaran balita yang terpantau pertumbuhannya, dan semakin
besar peluang masalah gizi bisa ditemukan secara dini.

Dalam ruang lingkup yang lebih luas balita di timbang atau D/S
merupakan gambaran dari keterlibatan masyarakat dalam mendukung

kegiatan pemantauan pertumbuhan di Posyandu. Kehadiran balita di



Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 88
   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110