Page 103 - Profil Kesehatan 2015
P. 103
adalah Boyolali yaitu 88,10 persen, diikuti Kota Magelang 91,62 persen,
Pemalang 95,39 persen, dan Batang 95,57 persen.
19. Cakupan Baduta Ditimbang
Jumlah baduta ditimbang di Posyandu merupakan reduksi dari data
jumlah balita ditimbang di Posyandu untuk memberi fokus kepada sasaran
prioritas balita di bawah dua tahun sesuai dengan tema sentral promosi upaya
kesehatan „1000 Hari Pertama Kehidupan‟. Indikator ini mempunyai arti yang
hampir sama dengan indikator jumlah balita di timbang. Gambaran cakupan
D/S Baduta di Jawa Tengah Tahun 2015 dapat dilihat pada gambar 4.32.
Gambar 4.32
Cakupan Baduta Ditimbang
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015
180,00 162,89
160,00 128,87
140,00 125,65
120,00
87,48 87,59 87,85 88,11 88,27 88,40 88,81 88,97 89,03 89,18 90,32 93,23 88,27
100,00 80,69 82,03 82,05 82,48 82,54 82,77 82,80 82,81 82,98 83,69 83,82 84,29 84,91 84,98 85,94 86,16 86,77 87,37
80,00 69,32 75,54
60,00
40,00
20,00
0,00
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015
Dari gambar 4.32, cakupan baduta ditimbang di Jawa Tengah tahun
2015 sebesar 88,27 persen. Terdapat tiga kabupaten/kota dengan cakupan
mencapai 100 persen yaitu Pekalongan, Wonogiri, dan Klaten.
Kabupaten/kota dengan cakupan baduta ditimbbang terrendah adalah Kota
Surakarta yaitu 69,3 persen, diikuti Pemalang 75,5 persen, dan Brebes 80,7
persen.
Dari sejumlah baduta yang ditimbang, ditemukan baduta dengan berat
badan yang berada di Bawah Garis Merah sebesar 1,3 persen. Berat Badan
yang berada di Bawah Garis Merah (BGM) pada KMS merupakan perkiraan
untuk menilai seseorang menderita gizi buruk, tetapi bukan berarti seseorang
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 86

