Page 18 - INFOKES
P. 18
[Type text]
Diseminasi Informasi MEDIA
INFORMASI KESEHATAN
seperti membiasakan cuci tangan, membiasakan dalam sosialisasi, pengelolaan data PPI serta monitoring dan
penggunaan APD, membuang sampah dengan evaluasi program PPI (Audit Kepatuhan PPI).
memperhatikan pemilahan sampah berdasarkan sampah Walaupun pelaksanaan penerapan PPI di RS rata-rata
infeksius dan non infeksius. Selain itu komitmen tersebut masih dilakukan secara bertahap, yang terpenting adalah
juga dapat diaplikasikan dengan dukungan anggaran yang adanya progres/target perubahan penerapan PPI kearah yang
memadai untuk setiap kegiatan PPI sehingga tersedia lebih baik di sebuah RS. Penerapan PPI di RS tidaklah
fasilitas sarana dan prasarana pendukung penerapan PPI. semudah membalikkan telapak tangan. Sangat diperlukan kerja
2. Menyiapkan tenaga yang menangani PPI secarapurna sama dan komitmen dari semua pihak baik dari manajemen,
waktu sesuai standar yaitu 1 IPCN : 100-150 TT. direksi, petugas medis, paramedis, non medis, pasien,
3. Menyiapkan program pendidikan dan pelatihan terkait PPI penunggu pasien dan pengunjung yang ikut serta dalam
secara berkesinambungan bagi petugas yang menangani penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi, dan yang
PPI baik Komite PPI maupun Tim PPI RS. terpenting adalah adanya peran promotor dan motivator yaitu
4. Kebijakan, Program, Pedoman, SPO PPI di RS harus IPCN, Komite PPI dan Tim PPI yang aktif, sabar, selalu
disosialisasikan kembali ke semua unit di RS sehingga mengingatkan setiap petugas dalam penerapan pencegahan
dapat diimplementasikan oleh semua pihak di RS kedalam dan pengendalian infeksi yang merupakan salah satu komponen
pekerjaannya sehari-hari. Dasar hukum PPI tersebut penting kesuksesan penerapan PPI di rumah sakit sebagai
sangat penting sebagai landasan dan acuan untuk upaya untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien.
menerapkan PPI di rumah sakit. Sosialisasi tersebut jika
dimungkinkan tidak hanya ke petugas RS tetapi juga Referensi:
pengunjung dan penunggu pasien. Contoh : dalam
penerapan PPI diwajibkan untuk melakukan cuci tangan _______.Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Di
tetapi jika kebijakan, panduan dan SPO saja tidak ada Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya
bagaimana kita melakukannya. Dasar hukum penerapan Kesiapan menghadapi Emerging Infectious Disease., Jakarta :
PPI di RS harus didasarkan dengan ilmu pengetahuan Departemen Kesehatan RI. Cetakan Kedua, Tahun 2008.
terkini sebagai acuannya misalkan dari WHO, permenkes, http://lifestyle.kompas.com/read/2015/06/10/181500723/Cuci.Ta
dll. ngan.Cara.Sederhana.Cegah.Infeksi.di.Rumah.Sakit. Cuci
5. Perbaikan Sarana dan Prasarana sesuai Standar PPI Tangan, Cara Sederhana Cegah Infeksi di Rumah Sakit
Sistem regulasi yang sudah ada belum dapat diterapkan Kompas.com - 10/06/2015, 18:15 WIB
tanpa adanya perubahan perbaikan fasilitas, misalnya kita Dewi Lelonowati TM, Mulyatim Koeswo, Kasil Rokhmad. Faktor
meminta petugas dan pengunjung untuk cuci tangan akan Penyebab Kurangnya Kinerja Surveilans Infeksi Nosokomial di
tetapi fasilitas untuk cuci tangan tidak ada, sama saja RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Malang: Jurnal Kedokteran
hasilnya tidak dapat diterapkan, oleh karena itu penerapan Brawijaya Vol. 28, Suplemen No. 2, 2015.
PPI di RS sangat diperlukan upaya untuk perbaikan sarana
dan prasarana RS sesuai standar PPI di RS. Diah Arum Ningsih. Patient Safety Project Pengurangan Resiko
6. Koordinasi antar Komite PPI dan Tim PPI terus di bina agar Infeksi Melalui Penerapan PPI. Surakarta : Patient Safety
setiap masalah yang terjadi dapat segera diselesaikan Project PPI Rumah Sakit Khusus Bedah Karima Utama
sebagai upaya pengaktifan kembali struktur organisasi PPI Surakarta. 2017.
yang dimungkinkan telah lama vakum guna mempermudah
INFOKES EDISI 37, DESEMBER 2017 16

