Page 17 - INFOKES
P. 17
[Type text]
Diseminasi Informasi MEDIA
INFORMASI KESEHATAN
Terdapat 3 (tiga) indikator PPI yang masuk dalam 3. Materials (Bahan Baku)
indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) RS. Indikator Untuk dapat menerapkan program PPI di RS banyak
tersebut adalah 1. Anggota Tim PPI terlatih, 2. Tersedia APD di sekali material yang dibutuhkan yang tidak dapat
setap instalasi, dan 3. Kegiatan pencatatan dan pelaporan disediakan dalam waktu singkat baik material utama
infeksi nosokomial / HAIs di RS (min 1 parameter). Adapun ataupun material pendukungnya. Selain karena
capaian indikator PPI RSUD Muntilan Tahun 2016 sebagaimana membutuhkan perencanaan yang matang, penyediaan
tabel berikut : material tersebut membutuhkan anggaran yang cukup
besar.
Tabel 2. Capaian Kinerja PPI RSUD Muntilan Tahun 2016 Material utama berupa sarana dan prasarana yang
Tahun 2016 dibutuhkan agar penerapan PPI di RS dapat dilaksanakan
NO. Indikator misalnya : fasilitas untuk cuci tangan seperti wastafel,
Target Pencapaian Realisasi
1. Anggota Tim PPI terlatih 75% 47,50% hanscrub, handuk, tissu; perlengkapan Alat Pelindung Diri
(APD) petugas kesehatan yang harus tersedia disetiap unit
2. Tersedia APD di setap instalasi 60% 75 %
pelayanan RS; Fasilitas tempat sampah sesuai tipe
Ke giatan pencatatan dan sampah umum dan infeksius; dsb. Sedangkan material
3. pelaporan infeksi nosokomial / 75% 71,25%
HAIs di RS (min 1 parameter) pendukung yang dibutuhkan berupa perlengkapan kantor
sekretariat Komite dan Tim PPI; sarana dan prasarana di
Dari tabel 2. diatas diketaahui bahwa capaian indikator kantor tersebut; Dokumen pendukung penerapan PPI di RS
masih sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa proses seperti Kebijakan, Pedoman, Program, Panduan, SPO, dan
formulir pencatatan dan pelaporan PPI.
penerapan Program PPI di RS tidak dapat dilaksanakan secara 4. Machine (Mesin)
instan dalam waktu singkat. Program PPI sebaiknya Untuk kepentingan pencatatan dan pelaporan data
dilaksanakan secara bertahap tapi pasti. Perubahan kearah kejadian HAIs di RS tentunya sebuah RS wajib mempunyai
yang lebih baik selalu menjadi prioritas dalam menjaga mutu SIM RS dan software untuk mengelola data sehingga
pelayanan di RS. nantinya data tersebut dapat digunakan sebagai pengambil
Program PPI di RS diantaranya meliputi Perencanaan,
Pelaksanaan, Pembinaan, Pendidikan & Pelatihan, serta keputusan untuk kebijakan penerapan program PPI di RS.
Pengadaan SIM RS dan sarana prasarana pendukung
Monitoring & Evaluasi. Proses tersebut merupakan sebagai
bagian dari manajemen yang dilakukan untuk menentukan serta sistem pencatatan dan pelaporan data HAIs selain
mencapai sasaran melalui pemanfaatan sumber daya manusia membutuhkan anggaran yang besar juga membutuhkan
dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan organisasi sumber daya manusia tambahan dan sumber daya
secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat manusia khusus yang kompeten dalam pengelolaan data
dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti SIM RS.
bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, 5. Money (Uang/Modal)
dan sesuai dengan jadwal. Perjalanan menuju implementasi Penerapan program PPI di RS memerlukan dana yang
penerapan PPI di RS tentunya menemui banyak kendala. Jika di cukup besar oleh karena itu dibutuhkan dukungan dana
kaji berdasarkan analisis sederhana sesuai unsur yang operasional dari pimpinan RS agar program PPI di RS
dibutuhkan dalam sebuah manajemen menggunakan metode 5 dapat berjalan. Anggaran di RS daerah pada umumnya
M, maka kendala yang ditemukan pada umumnya adalah: belum dapat memenuhi kebutuhan anggaran seluruhnya
untuk pelaksanaan program PPI di RS secara menyeluruh,
1. Man (SDM) : sehingga pemenuhannya dilakukan secara bertahap.
- Jumlah Petugas PPI kurang
- Tugas Rangkap Namun demikian kendala di atas tidak dapat
- Padahal Belum Terlatih digunakan sebagai alasan untuk menurunkan mutu pelayanan
kesehatan yang harus dberikan kepada pasien. Dengan
2. Methods (Metode/ Prosedur) memiliki pengetahuan dan sikap yang memadai, diharapkan
- Kurangnya sosialisasi Pedoman/ SPO /kebijakan/ program semua personil Rumah Sakit memiliki perilaku dan kemampuan
PPI RS pada seluruh karyawan RS. Program PPI RS harus yang memadai dalam memanfaatkan sarana dan prasarana
masuk ke dalam semua bagian di RS jika ingin program yang tersedia secara bertepat guna dan berhasil guna dalam
PPI berjalan, karena semua bagian di RS memiliki upaya pengendalian infeksi nosokomial secara terencana dan
keterkaitan. Jika disatu bagian program PPInya tidak terorganisir dengan baik sebagai suatu keharusan bagi setiap
berjalan baik maka program PPI RS dinilai tidak berjalan rumah sakit.
juga. Seluruh elemen RS bukan hanya berkewajiban Dari berbagai kendala diatas terdapat beberapa alternatif
mengetahui Program tersebut, tetapi juga harus dapat penyelesaian yang dapat dilakukan, antara lain:
mengimplementasikan di RS. 1. Komitmen RS mulai dari karyawan sampai dengan level
- Monioring dan evaluasi terhadap program PPI di RS juga pimpinan manajemen / direksi rumah sakit terkait
masih lemah, sehingga praktek penerapan PPI bisa terhenti pentingnya penerapan PPI di rumah sakit. Komitmen
setiap saat karena masih kurangnya kesadaran dari semua tersebut harus dapat dibuktikan dengan perubahan perilaku
yang lebih berfokus pada implementasi program PPI di RS
pihak.
INFOKES EDISI 37, DESEMBER 2017 15

