Page 23 - INFOKES
P. 23

[Type text]
          Diseminasi Informasi                                                                 MEDIA

                                                                                   INFORMASI KESEHATAN


           Kesehatan Kerja (K3) Harus Dilaksanakan di Puskesmas, Mengapa ???

             Oleh: Enny Widiastuti, SKM, MKes

           Fungsional Adminkes Madya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah

                 Sering kali kita mendengar, membaca bahkan mengalami   Mengapa di puskesmas harus melaksanakan kesehatan kerja,
          sendiri  terpeleset  di  area  puskesmas,  atupun  secara  tidak   karena di puskesmas ada hazard dan risiko, sepeti:
          sengaja motor yang kita kendarai menabrak motor lain di area   1. Pekerja  hazard tubuh pekerja (somatic hazard)

          parkir puskesmas. Bahkan yang paling ekstrem petugas keliru   2. Perilaku  hazard perilaku kesehatan (behavior hazard)

          memberikan  obat  kepada  orang  lain  yang  bukan  seharusnya   3. Lingkungan kerja  environmental hazard
          dan kejadian kebakaran.                               4. Pola kerja  ergonomic hazard

               Contoh  kejadian  tersebut  hanya  sebagian  kecil  dari   5. Pengorganisasian kerja work organasation hazard
          peristiwa  yang  mengakibatkan  pengunjung/pasien/orang  lain   Agar hazard tidak menimbulkan risiko maka diperluakan

          yang  berada  di  puskesmas  mengalami  kerugian/  cacat/   pengendalian/pencegahan  terhadap  hazard  yang  ada  di
          kesakitan  dan  lain-lain  akibat  pengelolaan  lingkungan   puskesmas.

          puskesmas  yang  kurang  baik.  Seharusnya  contoh  peristiwa   Untuk upaya-upaya tersebut diperlukan pengelolaan agar
          tersebut tidak akan terjadi apabila seluruh staf puskesmas dan   berjalan secara efektif dan efisien. Sehingga sistem manajemen

          kepala  puskesmas  melakukan  identifikasi  bahaya  yang  akan   K3  harus  masuk  dalam  sistem  manajemen  puskesmas  yang
          terjadi  di  puskesmas.  Adanya  identifikasi  bahaya  sehingga   meliputi :

          diketahui  risiko  yang  akan  terjadi  yang  akhirnya  dilakukan    1. Perencanaan
          tindakan pengendalian/ pencegahan.                     Perencanaan  harus  disusun  sesuai  dengan  siklus

               Apabila dicermati, contoh peristiwa  tersebut tidak akan   perencanaan yang ada di puskesmas.
          terjadi    apabila  puskesmas  melaksanakan  kesehatan  kerja   Karena  kegiatan  perencanaan  kegiatan  K3  puskesmas,
          dengan baik atau optimal. Karena menurut Undang-Undang No.   berupa  kegiatan  fisik  maupun  non  fisik  misalnya  pelatihan
          36 Tahun                                               identifikasi hazard, pelatihan pemadaman kebakaran, dll.
                 2009 tentang Kesehatan khususnya pada pasal 164
          ayat  (1)  yang  menyebutkan  bahwa  upaya  kesehatan  kerja   2. Pelaksanaan

          ditujukan  untuk  melindungi  pekerja  agar  hidup  sehat  dan   Pelaksanaan  K3  puskesmas  tidak  lepas  dari  kegiatan-
          terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang   kegiatan pelayanan puskesmas. Misalnya di loket dirancang

          diakibatkan oleh pekerjaan, sedangkan pada ayat (2) disebutkan   agar  petugas  bekerja  ergonomis,  pencahayaan  cukup,
          bahwa Upaya Kesehatan Kerja meliputi pekerja di sektor formal   sirkulasi udara cukup, dll.

          dan informal.                                         3. Monitoring dan Evaluasi
               Kesehatan  Kerja  merupakan  upaya  peningkatan  dan   Kegiatan K3 yang sudah direncanakan dan dilaksanakan di


          pemeliharaan derajat kesehatan pekerja baik fisik, mental dan   puskesmas  harus  dimonitor  agar  dapat  dilakukan  upaya
          sosial,  pencegahan  terhadap  gangguan  kesehatan  yang   perbaikan. Upaya perbaikan dapat bersifat langsung ataupun

          disebabkan oleh kondisi pekerjaan, pemeriksaan kesehatan dan   tidak langsung misalnya kegiatan yang membutuhkan sumber
          pemulihan  serta  penempatan  pekerja  dalam  suatu  lingkungan   dana.

          kerja  yang  disesuaiakan  dengan  kondisi  fisik  pekerja  dan   Sedangkan  evaluasi  K3  dilaksanakan  secara  berkala
          jabatannya.                                            misalnya enam bulan sekali yag bertujuan untuk mengetahui

               Kesehatan  kerja  berlaku  pada  semua  tempat  kerja,   keefektifan manajemen K3 di puskesmas.

          bahkan berlaku pula pada orang yang ada di lingkungan tempat   Pelaksanaan kegiatan K3 di puskesmas harus masuk
          kerja tersebut. Puskesmas merupakan salah satu tempat kerja   dalam sistem manajemen puskesmas agar efektif dan efisien.

          yang  di  dalamnya  ada  pekerja  sebagai  pemberi  pelayanan   Karena saat ini puskesmas sangat gencar untuk memenuhi
          kesehatan  kepada  masyarakat  dan  masyarakat/  pelanggan   standar  mutu    untuk  akreditasi,  maka  K3  harus  masuk  ke

          yang membutuhkan pelayanan. Sehingga puskesmas wajib pula   dalam  kegiatan-kegiatannya.  Di  dalam  instrumen  akreditasi
          melaksanakan  kesehatan  kerja.  Pelayanan  kesehatan  kepada   ada  penyataan  “Identifikasi  risiko  terhadap  lingkungan  dan

          masyarakat  dan  masyarakat/  pelanggan  yang  membutuhkan   masyarakat”...nah  kalimat  inilah  yang  dimaksud  dalam  K3
          pelayanan.  Sehingga  puskesmas  wajib  pula  melaksanakan   puskesmas.

          kesehatan kerja.                                             Pelaksanaan  K3  puskesmas  sudah  “include”  dalam
               Kesehatan kerja yang perlu dilaksanakan di puskesmas   kegiatan-kegiatan rutin yang ada. Memang diperlukan upaya

          antara lain yang bertujuan untuk :                     untuk  selalu  mensosialisasikan  agar  K3  puskesmas
          1. Pemeliharaan  dan  promosi  peningkatan  kesehatan  pekerja   dilaksanakan dengan baik.

           dan kapasitas kerja                                  4. Perencanaan
          2. Perbaikan lingkungan kerja dan keselamatan kerja, serta    Perencanaan  harus  disusun  sesuai  dengan  siklus

          3. Pengembangan  organisasi  kerja  dan  budaya  kerja  ke  arah   perencanaan yang ada di puskesmas.

           yang mendukung kesehatan dan keselamatan di tempat kerja    Karena   kegiatan   perencanaan   kegiatan   K3
           serta lingkungan sosial yang kondusif yang berdampak pada   puskesmas, berupa kegiatan fisik maupun non fisik misalnya

           meningkatnya produktivitas organisasi.                pelatihan  identifikasi  hazard,  pelatihan  pemadaman
               Tujuan  dilaksanakannya  kesehatan  kerja  di  puskesmas    kebakaran, dan lain-lain.
          agar seluruh pekerja sehat, selamat, sejahtera dan produtif.



                                                                INFOKES EDISI 37, DESEMBER 2017              Hal...
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28