Page 147 - Profil Kesehatan Jawa tengah 2022
P. 147
mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan
cara pemicuan. Penyelenggaraan STBM bertujuan untuk mewujudkan perilaku
masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Masyarakat menyelenggarakan STBM secara mandiri dengan berpedoman
pada Pilar STBM yang bertujuan untuk memutus mata rantai penularan penyakit dan
keracunan. Pilar STBM terdiri atas perilaku:
1. Stop Buang Air Besar Sembarangan;
2. Cuci Tangan Pakai Sabun;
3. Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga;
4. Pengamanan Sampah Rumah Tangga; dan
5. Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.
Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014, strategi
penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) meliputi 3 (tiga)
komponen yang saling mendukung satu dengan yang lain, yang disebut dengan 3
Komponen Sanitasi Total adalah sebagai berikut.
1. Penciptaan lingkungan yang kondusif (enabling environment)
Tujuan: menciptakan lingkungan yang mendukung melalui sinergi lintas sektor dan
lintas program, penguatan-penguatan melalui regulasi yang mendukung
pelaksanaan STBM, dan membangun mekanisme pembelajaran antar daerah.
2. Peningkatan kebutuhan sanitasi (demand creation)
Tujuan: meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap sarana sanitasi yang
dilakukan melalui kegiatan pemicuan, monitoring, dan penggunaan media
komunikasi perubahan perilaku.
3. Peningkatan penyediaan akses sanitasi (supply improvement)
Tujuan: meningkatkan penyediaan sarana sanitasi dengan pilihan yang bervariasi
dan terjangkau masyarakat secara luas.
Jumlah desa/kelurahan yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat adalah jumlah kumulatif desa/kelurahan yang terverifikasi melaksanakan
STBM. Akumulasi jumlah desa/kelurahan yang terverifikasi sebagai desa/kelurahan
melaksanakan STBM adalah desa/kelurahan yang memenuhi kriteria sebagai berikut.
1. Telah dilakukan pemicuan STBM (upaya untuk menuju perubahan perilaku
masyarakat yang higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan
metode partisipatori berprinsip pada pendekatan CLTS.
2. Telah memiliki natural leader (anggota masyarakat baik individu maupun kelompok
masyarakat yang memotori gerakan STBM di masyarakat tersebut).
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022 129

