Page 54 - Profil Jateng 2018 cetak
P. 54
kehamilan sampai dengan paska persalinan yang dipengaruhi oleh status gizi ibu,
keadaan sosial ekonomi, keadaan kesehatan yang kurang baik menjelang kehamilan,
kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran, tersedianya dan
penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan ternasuk pelayanan prenatal dan obstetri.
Tingginya angka kematian ibu menunjukkan keadaan sosial ekonomi yang rendah
dan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk pelayanan prenatal dan obstetri yang
rendah pula.
Kematian ibu biasanya terjadi karena tidak mempunyai akses ke pelayanan
kesehatan ibu yang berkualitas, terutama pelayanan kegawatdaruratan tepat waktu
yang dilatarbelakangi oleh terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil
keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, serta terlambat mendapatkan
pelayanan di fasilitas kesehatan. Selain itu penyebab kematian maternal juga tidak
terlepas dari kondisi ibu itu sendiri dan merupakan salah satu dari kriteria 4 “terlalu”,
yaitu terlalu tua pada saat melahirkan (>35 tahun), terlalu muda pada saat melahirkan
(<20 tahun), terlalu banyak anak (>4 anak), terlalu rapat jarak kelahiran/paritas (<2
tahun).
Jumlah kasus kematian ibu di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2018
sebanyak 421 kasus, mengalami penurunan dibandingkan jumlah kasus kematian ibu
tahun 2017 yang sebanyak 475 kasus. Dengan demikian Angka kematian ibu
Provinsi Jawa Tengah juga mengalami penurunan dari 88,05 per 100.000 kelahiran
hidup pada tahun 2017 menjadi 78,60 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2018.
Gambar 5.1 di bawah ini menunjukkan tren AKI di Provinsi Jawa Tengah dari tahun
2013 sampai dengan tahun 2017.
Gambar 5.1
Angka Kematian Ibu di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 – 2018
140 126.55
120 111.16 109.65
100 88.05
78.6
80
60
40
20
0
2014 2015 2016 2017 2018
Sumber : Data Program Kesga Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 38

