Page 53 - Profil Kesehatan 2015
P. 53







luka dan dibawa ke sistem syaraf otak serta saraf tulang belakang, sehingga
terjadi gangguan pada aktivitas normal urat syaraf. Terutama pada syaraf

yang mengirim pesan ke otot. Infeksi tetanus terjadi karena luka. Baik karena
terpotong, terbakar, aborsi, narkoba (misalnya memakai silet untuk

memasukkan obat ke dalam kulit) maupun frosbite.

Gambar 3.26
Kasus Tetanus (Non Neonatorum)
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011 – 2015



20
15
10
5
0

-5
2011 2012 2013 2014 2015
Kasus Tetanus 13 18 0 0 1
Non Neonatorum

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015

Gambar 3.26 menunjukkan penemuan kasus Tetanus Non Neonatorum
di Jawa Tengah selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2013 dan 2014 di

Jawa Tengah tidak ditemukan kasus Tetanus Non Neonatorum, sedangkan

pada tahun 2015 ditemukan satu kasus Tetanus Non Neonatorum yaitu di
Kabupaten Kebumen.

d. Tetanus Neonatorum

Tetanus Neonatorum umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir.
Tetanus Neonatorum menyerang bayi yang baru lahir karena dilahirkan di

tempat yang tidak bersih dan steril, terutama jika tali pusar terinfeksi.
Tetanus Neonatorum dapat menyebabkan kematian pada bayi dan banyak

terjadi di negara berkembang. Sedangkan di negara-negara maju, dimana
kebersihan dan teknik melahirkan yang sudah maju tingkat kematian akibat

infeksi tetanus dapat ditekan.










Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 36
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58