Page 49 - Profil Kesehatan 2015
P. 49
Gambar 3.22
Persentase Penderita Kusta Selesai Diobati
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011 – 2015
100
80
persentase (%) 60
40
20
0
2011 2012 2013 2014 2015
PB 85 92,31 94,84 93,44 92,75
MB 76,46 75,39 86,43 90,51 87,35
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2015
18. Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit “Accute
Flaccid Paralysis” (AFP) per 100.000 Penduduk < 15 Tahun
Upaya membebaskan Indonesia dari penyakit Polio, Pemerintah telah
melaksanakan Program Eradikasi Polio (ERAPO) yang terdiri dari pemberian
imunisasi polio rutin, pemberian imunisasi masal pada anak balita melalui Pekan
Imunisasi Nasional (PIN) dan surveilans AFP. Surveilans AFP merupakan
pengamatan dan penjaringan semua kelumpuhan yeng terjadi secara mendadak
dan sifatnya flaccid (layuh), seperti sifat kelumpuhan pada poliomyelitis. Prosedur
pembuktian penderita AFP terserang virus polio liar atau tidak adalah sebagai
berikut :
a. Melakukan pelacakan terhadap anak usia <15 tahun yang mengalami
kelumpuhan mendadak (<14 hari) dan menentukan diagnosa awal.
b. Mengambil spesimen tinja penderita tidak lebih dari 14 hari sejak
kelumpuhan, sebanyak dua kali selang waktu pengambilan I dan II >24 jam.
c. Mengirim kedua specimen tinja ke laboratorium dengan pengemasan khusus
(untuk Jawa Tengah dikirim ke laboratorium Bio Farma Bandung).
d. Hasil pemeriksaan specimen tinja akan menjadi bukti virology adanya virus
polio liar didalamnya.
e. Diagnosis akhir ditentukan pada 60 hari sejak kelumpuhan. Pemeriksaan klinis
ini dilakukan oleh dokter spesialis anak atau syaraf untuk menentukan
apakah masih ada kelumpuhan atau tidak.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 32

