Page 50 - Profil Kesehatan 2015
P. 50







Hasil pemeriksaan virologis dan klinis akan menjadi bukti penegakan diagnosis
kasus AFP termasuk kasus polio atau tidak, sehingga dapat diketahui apakah

masih ada polio liar di masyarakat.
Penderita kelumpuhan AFP diperkirakan 2 diantara 100.000 anak usia <15

tahun. AFP rate non polio di Jawa Tengah tahun 2015 sebesar 2,07, sedikit diatas
target, tetapi mengalami penurunan bila dibandingkan capaian tahun 2014

sebesar 2,29. Gambaran AFP rate per kabupaten/kota pada tahun 2015 dapat
dilihat pada gambar 3.22.


Gambar 3.23
AFP Rate Menurur Kabupaten/Kota
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015


9,0

8,0 7,7
7,0

6,0

5,0

4,0 2,7 3,0 3,5 3,7
3,0 2,0 2,0 2,0 2,0 2,1 2,1 2,3 2,3 2,4 2,5 2,6 2,7 2,8 2,1
2,0 1,3 1,3 1,3 1,5 1,5 1,6 1,6 1,7 1,7 1,7 1,9
1,0 1,1
1,0 0,5
0,0 0,0 0,0
0,0




Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2015

Berdasarkan gambar di atas, kabupaten/kota dengan AFP rate tertinggi

adalah Demak yaitu 7,75 per 100.000 penduduk usia<15 tahun, diikuti Kota
Magelang 3,74 per 100.000 penduduk usia<15 tahun, dan Sukoharjo 3,53 per

100.000 penduduk usia<15 tahun. Terdapat tiga kabupaten/kota dengan AFP rate
0 atau tidak ada penemuan kasus AFP yaitu Grobogan, Kota Surakarta, dan Kota

Salatiga.

19. Jumlah Kasus Penyakit Menular yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi

(PD3I)
Yang termasuk dalam PD3I yaitu Polio, Pertusis, Tetanus Non
Neonatorum, Tetanus Neonatorum, Campak, Difteri, dan Hepatitis B. Dalam

upaya untuk membebaskan Indonesia dari penyakit tersebut, diperlukan



Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 33
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55