Page 48 - Profil Kesehatan 2015
P. 48
<1/10.000 penduduk. Prevalensi kusta tahun 2015 sedikit menurun bila
dibandingkan prevalensi tahun 2014 (0,63/10.000 penduduk).
Angka prevalensi kusta kabupaten/kota berkisar antara 0,08/10.000
penduduk sampai 2,26/10.000 penduduk. Berarti masih ada kabupaten/kota
dengan prevalensi melebihi target. Prevalensi tertinggi adalah di Kota Pekalongan
(2,26/10.000 penduduk), sedangkan yang terrendah adalah di Kota Surakarta
(0,08/100.000 penduduk). Kabupaten/kota dengan prevalensi >1/10.000
penduduk adalah Kabupaten Pekalongan (1,28/10.000), Kabupaten Pemalang
(1,52/10.000), Kabupaten Rembang (1,55/10.000), Kabupaten Blora
(1,65/10.000), Kabupaten Brebes (1,66/10.000), Kabupaten Tegal (1,71/10.000),
dan Kota Pekalongan (2,26/10.000).
Gambar 3.21
Prevalensi Kusta di Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2011 – 2015
10,0
per 100.000 penduduk 6,0
8,0
4,0
2,0
0,0
2011 2012 2013 2014 2015
PREVALENSI 8,0 8,0 6,0 6,3 6,1
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2015
17. Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat
Cakupan program kusta diukur berdasarkan angka penderita kusta tipe
Pauci Baciller (PB) dan Multy Baciller (MB) selesai diobati. Cakupan program kusta
tipe PB tahun 2015 berdasarkan jumlah penderita baru tahun 2014 yang selesai
diobati sampai dengan tahun 2015 sebesar 92,75 persen, sedikit dibawah capaian
tahun 2014 yaitu 93,44 persen. Kusta tipe MB diambil dari data penderita baru
tahun 2014 yang selesai diobati sampai dengan tahun 2015 sebesar 87,35, lebih
rendah dibandingkan dengan capaian tahun 2014 yaitu 90,51 persen. Cakupan
selama 5 tahun terakhir kusta tipe PB dan tipe MB mulai tahun 2011 dapat dilihat
pada gambar berikut.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 31

