Page 157 - Profil Kesehatan 2015
P. 157
Cakupan baduta ditimbang sebesar 88,27 persen; (4) Cakupan balita
ditimbang sebesar 73,9 persen; (5) Jumlah kasus gizi buruk sebanyak 922
kasus, seluruhnya mendapat perawatan.
e. Cakupan program imunisasi di Jawa Tengah tahun 2015 adalah sebagai
berikut: (1) Persentase desa/kelurahan UCI sebesar 99,7 persen; (2)
Cakupan imunisasi BCG sebesar 99,37 persen, DPT-HB3 sebesar 99,6
persen, Polio 4 sebesar 98 persen, dan Campak sebesar 98,5 persen; (3)
Cakupan imunisasi dasar lengkap sebesar 97,2 persen, sudah melebihi
target nasional yaitu 90 persen.
f. Cakupan pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalag sebagai berikut: (1)
Persentase SD/MI yang melaksanakan sikat gigi massal sebesar 67,8
persen; (2) Persentase SD/MI mendapat pelayanan gigi sebesar 81,6
persen; (3) Cakupan pemeriksaan kesehatan gigi murid SD/MI sebesar 41
persen. Cakupan ini masih sangat rendah sehingga perlu ditingkatkan
upaya program UKGS.
g. Cakupan pelayanan kesehatan usila di Jawa Tengah tahun 2015 sebesar
46,75 persen, cakupan ini masih sangat rendah sehingga diperlukan
terobosan program pelayanan kesehatan lansia.
3. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan
Indikator akses dan mutu pelayanan kesehatan yang masih belum mencapai
target adalah:
a. Cakupan peserta jaminan kesehatan di Jawa Tengah tahun 2015 sebesar
60,44 persen terdiri atas peserta JKN, Jamkesda, Asuransi Swasta, dan
Asuransi Perusahaan. Pada 1 Januari 2019 seluruh masyarakat Indonesia
tanpa kecuali harus sudah menjadi peserta. Ini berarti setiap tahun,
kepesertaan JKN harus meningkat terus hingga mencapai 100 persen
pada 2019.
b. Angka BTO di Jawa Tengah tahun 2015 adalah 65,7 kali per tahun,
sementara BTO ideal adalah 40-50 kali.
c. Tahun 2014 ALOS di Jawa Tengah rata-rata sebesar 3,5 hari, sementara
ALOS ideal adalah 6-9 hari.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 140

