Page 152 - Profil Kesehatan 2015
P. 152
Gambar 5.20
Proporsi Anggaran Kesehatan Menurut Sumber Biaya
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015
9,22% 0,24%
2,92%
APBD kab/kota
APBD provinsi
APBN
PHLN
87,62%
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015
Kontribusi terbesar dari anggaran kesehatan sebesar 87,63 persen
berasal dari APBD kabupaten/kota, secara persentase menurun dibandingkan
tahun 2014 yaitu 90,61 persen, tetapi secara jumlah meningkat dari Rp.
6.075.068.878.114,- pada tahun 2014 menjadi Rp.7.672.417.935.412,- pada
tahun 2015. Hal yang sama juga terjadi pada kontribusi dana dari APBD
Provinsi Jawa Tengah, dimana pada tahun 2015 sebesar 2,92 persen. Secara
persentase juga menurun jika dibandingkan tahun 2014 yaitu 3,42 persen,
tetapi secara jumlah meningkat dari Rp. 229.090.238.000,- pada tahun
2014 menjadi Rp. 255.336.106.000,- pada tahun 2015. Hal ini merupakan
respon pemerintah yang positif terhadap Pembangunan Bidang Kesehatan di
kabupaten/kota.
Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah/desentralisasi, terdapat
pembagian peran dan wewenang antara pemerintah pusat dan daerah, dalam
pembangunan kesehatan, pemerintah pusat dan daerah menyediakan
pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau dan berkualitas. Untuk
mencapai tujuan tersebut, pemerintah pusat memberikan anggaran pada
daerah untuk mendanai kegiatan yang merupakan urusan daerah dan
prioritas nasional. Karena berasal dari pemerintah pusat, maka seluruh atau
sebagian dana tersebut berasal dari APBN.
Untuk kabupaten/kota dana tersebut terdiri dari DAK bidang
kesehatan dan TP BOK. Kontribusi dana APBN kabupaten/kota tersebut di
anggaran kesehatan di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2015 sebesar 9,22
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 135

