Page 141 - Profil Kesehatan 2015
P. 141
indikator proses maupun indikator output posyandu. Berikut grafik capaian
posyandu strata mandiri menurut kabupaten/kota tahun 2015.
Gambar 5.8
Cakupan Posyandu Strata Mandiri Menurut Kabupaten/Kota
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015
60,00 57,04
50,00 42,29 45,48
40,00 30,19 31,87 35,88
25,89
30,00 22,89 23,61 24,94 21,30
15,14 16,52 18,02 19,46
20,00 10,03 11,68 11,70 11,81 14,10 14,27 14,58
10,00 3,71 3,71 4,05 4,93 4,99 5,21 6,98 7,04 7,21 7,87 8,54 8,64
1,22 2,38
0,00
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015
Dari gambar 5.8, kabupaten/kota dengan pencapaian Posyandu strata
mandiri tertinggi adalah Klaten yaitu 57,04 persen, diikuti Purbalingga 45,48
persen, dan Temanggung 42,29 persen. Kabupaten/kota dengan pencapaian
strata mandiri terrendah adalah Kudus yaitu 1,22 persen, diikuti Salatiga 2,38
persen, dan Blora 3,71 persen.
b. Poliklinik Kesehatan Desa
Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) adalah wujud upaya kesehatan
bersumberdaya masyarakat yang merupakan program unggulan di Jawa
Tengah dalam rangka mewujudkan desa siaga. PKD merupakan
pengembangan dari Pondok Bersalin Desa. Dengan dikembangkannya
Polindes menjadi PKD maka fungsinya menjadi tempat untuk memberikan
penyuluhan dan konseling kesehatan masyarakat, sebagai tempat untuk
melakukan pembinaan kader/pemberdayaan masyarakat, forum komunikasi
pembangunan kesehatan di desa, memberikan pelayanan kesehatan dasar
termasuk kefarmasian sederhana dan untuk deteksi dini serta
penanggulangan pertama kasus gawat darurat.
Pengembangan PKD dimulai sejak tahun 2004. Jumlah PKD pada
tahun 2015 sebanyak 5.866 buah, sementara jumlah Posbindu sebanyak 947
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 124

