Page 136 - Profil Kesehatan 2015
P. 136
Gambar 5.4
Rasio Puskesmas Per 30.000 Penduduk Menurut Kabupaten/Kota
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015
1,60 1,42
1,40 1,14 1,16 1,24
1,20 0,96 0,97 0,98 0,98 1,00 1,07
1,00 0,85 0,85 0,88 0,89 0,89 0,90 0,92 0,93
0,73 0,74 0,78 0,78 0,78
0,80 0,64 0,65 0,67 0,67 0,69 0,70 0,71 0,72 0,72
0,53 0,61
0,60 0,42 0,51
0,40
0,20
0,00
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015
Dari gambar 5.4, terdapat 6 kabupaten/kota dengan rasio puskesmas per
30.000 penduduk lebih dari satu yaitu Kota Pekalongan 1,42, Kota Magelang
1,24, Banjarnegara 1,16, Purworejo 1,14, Wonogiri 1,07, dan Surakarta 1,0.
Kabupaten/kota denga rasio puskesmas terrendah adalah Sukoharjo yaitu 0,42,
diikuti Pemalang 0,51, dan Jepara 0,53.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014, dalam
rangka meningkatkan aksesibilitas pelayanan, Puskesmas didukung oleh jaringan
pelayanan Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan. Jaringan
pelayanan Puskesmas terdiri atas Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling, dan
bidan desa. Pada tahun 2015, jumlah jaringan Puskesmas di Jawa tengah adalah
sebagai berikut : (1) Puskesmas Pembantu sebanyak 1.850 unit; (2) Puskesmas
Keliling sebanyak 948 unit; bidan desa sebanyak 8.961 orang.
Angka kematian ibu di Jawa Tengah tahun 2015 masih tinggi yaitu 111,16
per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu upaya penurunan angka kematian ibu
dan angka kematian bayi adalah dengan peningkatan akses kepada pelayanan
kegawatdaruratan obstetri dan neonatal dasar. Oleh karena itu Badan Kesehatan
Dunia (WHO) menargetkan agar minimal terdapat 4 Puskesmas PONED di tiap
kabupaten/kota. Sampai dengan Bulan Desember 2015, jumlah puskesmas
PONED di Jawa Tengah sebanyak 225 unit. Jumlah tersebut sudah melebihi
target WHO.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 119

