Page 138 - Profil Kesehatan 2015
P. 138
tradisional, bank darah rumah sakit, dan unit transfusi darah. Sarana produksi
dan distribusi kefarmasian terdiri atas industri farmasi, industri obat tradisional,
usaha kecil obat tardisional, produksi alat kesehatan, pedagang besar farmasi,
apotek, toko obat, dan penyalur alat kesehatan. Proporsi fasilitas kesehatan
berdasarkan kepemilikan/pengelola dapat dilihat pada tabel berikut berikut.
Tabel 5.1
Jumlah Sarana Kesehatan Menurut Kepemilikan
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015
NO FASILITAS KEPEMILIKAN/PENGELOLA
KESEHATAN
KEMKES PEM PEM TNI / BUMN DIKTI SWASTA JUMLAH
PROV KAB POLRI
1 Rumah Sakit 5 7 47 12 2 2 212 276
2 Puskesmas & 0 0 3.673 0 0 0 0 3.673
Jaringannya
3 Sarana 3 5 41 3 0 0 79 130
Pelayanan Lain
4 Sarana Produksi 0 0 0 0 13 0 3.512 3.512
& Distribusi
Kefarmasian
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015
4. Persentase Rumah Sakit dengan Kemampuan Pelayanan Gawat Darurat
Level 1
Sampai dengan tahun 2015 di Jawa Tengah terdapat 276 unit rumah
sakit. Dari jumlah tersebut seluruhnya telah mempunyai kemampuan pelayanan
gawat darurat level I, dikarenakan setiap Rumah Sakit wajib menyediakan
pelayanan gawat darurat sesuai klasifikasi Rumah Sakit. Instalasi Gawat Darurat
Level I merupakan standar minimal untuk Rumah Sakit kelas D.
5. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat
Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) merupakan bentuk
partisipasi/peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan. Bentuk peran serta masyarakat dapat diwujudkan dalam berbagai
bentuk yaitu manusianya, pendanaannya, aktivitasnya dan kelembagaannya
seperti posyandu, pos lansia, polindes, PKD, pos UKK, poskestren, KP-KIA, Toga,
BKB, posbindu, Pos malaria desa, Pos Tb desa dan masih banyak lainnya. Upaya
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 121

