Page 126 - Profil Kesehatan 2015
P. 126
Secara rinci capaian dari masing masing Kabupaten Kota adalah sebagai
berikut
Gambar 4.50
Persentase Penduduk Dengan Akses Sanitasi Layak
Manurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015
120,00
89,96 93,79 94,95 99,82
100,00 85,17 85,44 85,59 85,75 87,99 88,31 89,95 90,02 92,25
72,39 72,58 74,55 75,06 75,42 76,55 77,02 78,24 79,07 81,63 81,68 82,22 77,87
80,00 62,70 62,96 64,79 67,46 68,53 69,08 69,35
56,55 58,78 61,07
60,00
40,00
20,00
0,00
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015
Dari gambar 4.50, kabupaten/kota dengan persentase akses sanitasi
layak tertinggi adalah Pati yaitu 99,8 persen, diikuti Grobogan 94,9 persen,
dan Sukoharjo 93,8 persen. Kabupaten/kota dengan persentase akses sanitasi
layak terrendah adalah Tegal yaitu 56,5 persen, diikuti Banyumas 58,8
persen, dan Purbalingga 61,1 persen.
5. Persentase Desa STBM
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang selanjutnya disingkat STBM
adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui
pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Pemicuan adalah cara
untuk mendorong perubahan perilaku higiene dan sanitasi individu atau
masyarakat atas kesadaran sendiri dengan menyentuh perasaan, pola pikir,
perilaku, dan kebiasaan individu atau masyarakat.
Kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) meliputi 5 pilar
yaitu : (1) Stop Buang Air Besar Sembarangan, (2) Cuci Tangan Pakai Sabun,
(3) Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, (4) Pengelolaan
Sampah Rumah Tangga, (5) Pengelolaan Limbah cair Rumah Tangga. Kelima
pilar tersebut menjadi perhatian dan prioritas kegiatan dari Kabupaten/Kota,
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 109

