Page 6 - INFOKES
P. 6
[Type text]
Diseminasi Informasi MEDIA
INFORMASI KESEHATAN
Sementara itu berdasarkan data Dinas Kesehatan CERDIK: Cek Kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin
Provinsi Jawa Tengah 2017, dari sebelas jenis penyakit tidak aktifitas fisik, Diet seimbang ( termasuk gemar makan buah
menular, Hipertensi merupakan penyakit terbanyak diderita sayur), Istirahat Cukup dan Kelola Stres.
masyarakat Jawa Tengah dengan proporsi sebesar 55%. Untuk memasyarakatkan pola hidup sehat ini, Presiden
Faktor risiko Hipertensi adalah umur, jenis kelamin, RI telah menginstruksikan melalui Inpres No.1 tahun 2017
riwayat keluarga, genetik (faktor resiko yang tidak dapat diubah), tentang Gerakan Masyarakat (GERMAS) Hidup Sehat dengan
kebiasaan merokok, konsumsi garam, konsumsi lemak jenuh, fokus utama pada tahun ini pada upaya Gerakan Masyarakat
penggunaan jelantah, kebiasaan konsumsi minum-minuman untuk Cek Kesehatan Secara Rutin, Rajin Aktifitas Fisik dan
beralkohol, obesitas, kurang aktifitas fisik dan stres. Gemar Makan Buah Sayur.
Klasifikasi Hipertensi berdasarkan penyebabnya terbagi Cek kesehatan termasuk tekanan darah, kolesterol dan
menjadi Hipertensi primer/ esensial dan Hipertensi sekunder/ gula darah, masyarakat dapat melakukannya di Pos Pembinaan
non esensial. Hipertensi primer adalah Hipertensi yang Terpadu (POSBINDU), dimana di Jawa Tengah telah dibentuk
penyebabnya tidak diketahui (idiopatik), dikaitkan dengan sebanyak 1576 POSBINDU. Ini merupakan Upaya Kesehatan
kombinasi faktor gaya hidup seperti kurang bergerak (inaktivitas) Berbasis Masyarakat, wadah yang dibentuk oleh masyarakat
dan pola makan. Terjadi pada sekitar 90% penderita Hipertensi. untuk masyarakat dalam rangka menjaga kesehatan melalui cek
Sedangkan Hipertensi non esensial adalah Hipertensi kesehatan secara rutin.
yang diketahui penyebabnya. Pada sekitar 5-10% penderita Aktivitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota
hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal. Pada sekitar 1- tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat
2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian penting pemeliharaan fisik. Jenis aktivitas fisik bisa dalam
obat tertentu (misalnya pil KB). Jika berdasarkan bentuknya, bentuk kegiatan sehari-hari seperti berjalan kaki, berkebun,
Hipertensi dibagi menjadi Hipertensi diastolik {diastolic mencuci pakaian, mencuci mobil motor, mengepel lantai, naik
hypertension}, Hipertensi campuran (sistol dan diastol yang turun tangga dan lain sebagainya. Disamping itu aktivitas fisk
meninggi) dan Hipertensi sistolik (isolated systolic hypertension). dalam bentuk kegiatan olahraga seperti pushup, lari ringan,
Tema Hari Hipertensi Sedunia kali ini adalah “Kenali bermain bola, berenang, tenis, badminton dan lainnya.
Tekanan darahmu dengan Sub tema Cegah Hipertensi Gemar makan buah dan sayur, karena sayur dan buah
dengan Pendekatan Keluarga”. memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Kandungan
Hal ini mengandung pesan bahwa setiap orang harus dalam buah dan sayur yang beragam seperti vitamin dan
mengetahui tekanan darahnya melalui cek kesehatan secara mineral tinggi serta serat yang tinggi akan melancarkan
rutin minimal sebulan sekali. Karena jika tidak, bisa jadi telah pencernaan, mampu menurunkan tekanan darah tinggi,
mengidap hipertensi, sebab penyakit ini umumnya tanpa dirasa. kolesterol dan bahkan mencegah terjadinya penyakit kanker.
Apabila selalu secara rutin melakukan cek kesehatan, termasuk Gerakan Masyarakat ini tentu memanggil semua
tekanan darah maka upaya pengendalian dapat dilakukan untuk komponen masyarakat tanpa terkecuali, mulai usia dini sampai
mencegahnya menjadi lebih serius. lansia, baik bekerja di sektor kesehatan maupun disektor lainya
Sesungguhnya penyakit Hipertensi dan penyakit tidak untuk bersama-sama menggerakkan masyarakat mulai dari
menular lainnya seperti Jantung koroner, stroke, kanker bisa anak sekolah usia sedini mungkin agar berperilaku dan bergaya
dicegah melalui pendekatan keluarga dengan perilaku atau pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit Hipertensi dan penyakit
hidup yang sehat CERDIK. tidak menular lainnya.
INFOKES EDISI 37, DESEMBER 2017

