Page 5 - INFOKES
P. 5
[Type text]
Diseminasi Informasi MEDIA
INFORMASI KESEHATAN
CEGAH HIPERTENSI dengan GERMAS CERDIK
Arfian Nevi, SKM, DEA
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular & Kesehatan Jiwa, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
Penyakit Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak Pada tahun 1990an angka kesakitan dan kematian lebih
menular yang prevalensinya terus meningkat seiring perubahan dominasi akibat penyakit-penyakit infeksi (penyakit menular).
gaya hidup masyarakat yang tidak sehat, dikenal dengan Sedangkan pada tahun 2010 telah berubah pola bahwa
julukan the silent killer atau “si pembunuh tak terlihat". Karena kematian dan kecacatan sebagian besar disebabkan penyakit
hipertensi sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak tahu tidak menular.
kalau dirinya mengidap hipertensi dan komplikasinya dapat
menyebabkan penyakit Jantung koroner dan stroke yang BATASAN TEKANAN DARAH
merupakan penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan Menurut JNC (Joint National Committee)
Indonesia. Sehingga ini merupakan hal penting untuk
mengingatkan kita semua dan mengedukasi masyarakat agar Kategori Sistolik Diastolik
tetap sehat dengan selalu memantau tekanan darah dan selalu (mmHg) (mmHg)
bergaya hidup sehat dengan Gerakan Masyarakat CERDIK. Optimal < 120 dan < 80
Menurut WHO, definisi Hipertensi atau tekanan darah
tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 Normal <130 dan < 85
mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada Normal Tinggi / 130 – 139 atau 85 – 89
dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam Pra Hipertensi
keadaan istirahat/tenang. Peningkatan tekanan darah yang Hipertensi Derajat I 140 – 159 atau 90 – 99
berlangsung dalam jangka waktu lama (persisten) dapat
menimbulkan kerusakan pada ginjal (gagal ginjal), jantung Hipertensi Derajat II 160 – 179 atau 100 – 109
(penyakit jantung koroner) dan otak (menyebabkan stroke) bila Hipertensi Derajat III 180 atau 110
tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang
memadai. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)
Hipertensi termasuk dalam kelompok jenis penyakit tidak prevalensi penyakit Hipertensi di Jawa Tengah meningkat dari
menular bersama jantung koroner, stroke, diabetes, kanker, 7,6 permil pada tahun 2007 menjadi 9,5 permil tahun 2013. Hal
penyakit paru obstruktif kronik dan lain sebagainya. Sejak tahun ini berarti dari seribu penduduk perkiraannya ada 9 orang lebih
2010 telah terjadi pergeseran pola penyakit di Indonesia. yang menderita penyakit ini.
INFOKES EDISI 37, DESEMBER 2017

