Page 74 - Profil Jateng 2018 cetak
P. 74
Dari gambar 5.26, kabupaten dengan cakupan KN lengkap tertinggi adalah
Blora (100,4 persen) sedangkan kabupaten dengan persentase KN lengkap
terrendah adalah Pekalongan (88,33 persen).
Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor
risiko kematian bayi. Oleh karena itu sebagai salah satu upaya untuk mencegah
terjadinya kematian bayi adalah penanganan BBLR. BBLR adalah bayi yang lahir
dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Penyebab terjadinya BBLR antara
lain karena ibu hamil mengalami anemia, kurang asupan gizi waktu dalam
kandungan, ataupun lahir kurang bulan. Bayi yang lahir dengan berat badan
rendah perlu penanganan yang serius, karena pada kondisi tersebut bayi mudah
sekali mengalami hipotermi dan belum sempurnanya pembentukan organ-organ
tubuhnya yang biasanya akan menjadi penyebab utama kematian bayi.
Persentase bayi berat lahir rendah (BBLR) di Jawa Tengah pada tahun
2018 sebesar 4,3 persen, menurun bila dibandingkan dengan persentase tahun
2016. Persentase BBLR cenderung menurun sejak tahun 2015.
Gambar 5.27
Persentase Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 – 2018
6.00
5.00
5.1
4.00 4.4 4.4 4.3
3.90
3.00
2.00
1.00
0.00
2014 2015 2016 2017 2018
Sumber : Data Program Gizi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018
Kabupaten/kota dengan persentase BBLR kurang dari 2 persen adalah
Demak sebesar 1 persen dan Kudus sebesar 1,2 persen, sementara
kabupaten/kota dengan persentase BBLR tertinggi adalah Purbalingga sebesar
9,2 persen. Adapun gambaran persentase BBLR menurut kabupaten/kota dapat
dilihat pada gambar 5.28.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 58

