Page 72 - Profil Jateng 2018 cetak
P. 72
Grobogan (15,3 per 1.000 kelahiran hidup). Kabupaten/kota dengan AKABA paling
rendah adalah Kota Surakarta yaitu 3,4 per 1.000 kelahiran hidup.
1. Pelayanan Kesehatan Neonatal
Neonatus adalah bayi baru lahir sampai dengan usia 28 hari. Pada masa
tersebut terjadi perubahan yang sangat besar dari kehidupan di dalam rahim dan
terjadi pematangan organ hampir pada semua sistem. Bayi hingga usia kurang
satu bulan merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan
paling tinggi dan berbagai masalah kesehatan bisa muncul. Sehingga tanpa
penanganan yang tepat, bisa berakibat fatal. Beberapa upaya kesehatan
dilakukan untuk mengendalikan risiko pada kelompok ini di antaranya dengan
mengupayakan agar persalinan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas
kesehatan serta menjamin tersedianya pelayanan kesehatan sesuai standar pada
kunjungan bayi baru lahir.
Cakupan Kunjungan Neonatal Pertama atau KN1 merupakan indikator
yang menggambarkan upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko
kematian pada periode neonatal yaitu 6-48 jam setelah lahir yang meliputi antara
lain kunjungan menggunakan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Muda
(MTBM) termasuk konseling perawatan bayi baru lahir, ASI eksklusif, pemberian
vitamin K1 injeksi dan Hepatitis B0 injeksi bila belum diberikan.
Selain KN1, indikator yang menggambarkan pelayanan kesehatan bagi
neonatal adalah KN lengkap yang mengharuskan agar setiap bayi baru lahir
memperoleh pelayanan Kunjungan Neonatal minimal 3 kali, yaitu 1 kali pada 6-48
jam, 1 kali pada 3-7 hari, 1 kali pada 8-28 hari sesuai standar di satu wilayah kerja
pada satu tahun.
Gambar 5.24
Persentase KN 1 dan KN Lengkap
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 – 2018
100 98.6 98.5 97.99 98.72
94.71
95 96.84 96.8 96.36 97.57
90 92.44
85
80
2014 2015 2016 2017 2018
KN 1 KN Lengkap
Sumber : Data Program Kesga Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 56

