Page 88 - Profil Kesehatan 2015
P. 88







Gambar 4.17
Pencapaian Peserta KB Aktif Terhadap Pasangan Usia Subur
Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015

86,00 83,18 83,57

84,00 80,28 80,39 80,69 80,90 80,90 80,95 80,97 81,49
82,00 79,38 79,99 80,25 80,60 80,61 80,62
80,00 77,78 77,93 77,95 77,96 78,59 78,64 78,64 78,66 79,23 78,24

78,00 75,48 75,50 75,90 76,20 76,23
76,00 74,40 74,48 74,48
74,00 71,38 71,47

72,00
70,00
68,00
66,00
64,00





Sumber: BKKBN Prov. Jateng, 2015
Peserta KB aktif adalah akseptor yang pada saat ini memakai

kontrasepsi untuk menjarangkan kehamilan atau mengakhiri kesuburan.

Cakupan peserta KB aktif adalah perbandingan antara jumlah peserta KB aktif
dengan PUS di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Cakupan
peserta KB aktif menunjukkan tingkat pemanfaatan kontrasepsi di antara PUS.

Cakupan peserta KB aktif Provinsi Jawa Tengah tahun 2015 sebesar
78,24 persen, mengalami sedikit penurunan dibandingkan pencapaian tahun

2014 yaitu 78,6 persen. Kabupaten/kota dengan cakupan tertinggi adalah
Rembang yaitu 83,5 persen, diikuti Semarang 83,2 persen, dan Pemalang

81,5 persen. Kabupaten/kota dengan cakupan terrendah Tegal yaitu 71,4
persen, diikuti Cilacap 71,5 persen, dan Sukoharjo 74,4 persen.


10. Persentase Peserta KB Baru Menurut Jenis Kontrasepsi
Peserta Keluarga Berencana (KB) baru adalah Pasangan Usia Subur

(PUS) yang baru pertama kali menggunakan salah satu cara/alat dan/atau
PUS yang menggunakan kembali salah satu cara/alat kontrasepsi setelah
mereka berakhir masa kehamilannya.

Pada peserta KB baru, persentase metode kontrasepsi yang terbanyak

digunakan adalah suntikan, yakni sebesar 57,4 persen, kemudian pil sebesar
15,3 persen. Metode yang paling sedikit dipilih oleh para peserta KB baru




Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 71
   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93