Page 90 - Profil Kesehatan 2015
P. 90
11. Persentase Berat Badan Bayi Lahir Rendah
Upaya pemeliharaan kesehatan bayi dan anak harus ditujukan untuk
mempersiapkan generasi yang akan datang yang sehat, cerdas, dan
berkualitas serta untuk menurunkan angka kematian bayi dan anak. Upaya
pemeliharaan kesehatan anak dilakukan sejak janin masih dalam kandungan,
dilahirkan, setelah dilahirkan, dan sampai berusia 18 (delapan belas) tahun.
Upaya kesehatan anak antara lain diharapkan untuk mampu menurunkan
angka kematian anak. Indikator angka kematian yang berhubungan anak
adalah Angka Kematian Neonatal (AKN), Angka Kematian Bayi (AKB), dan
Angka Kematian Balita (AKABA).
Bayi dengan berat badan lahir rendah merupakan salah satu faktor
risiko kematian bayi. Oleh karena itu sebagai salah satu upaya untuk
mencegah terjadinya kematian bayi adalah penanganan BBLR. Bayi Berat
Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan
kurang dari 2500 gram. Penyebab terjadinya BBLR antara lain karena ibu
hamil mengalami anemia, kurang asupan gizi waktu dalam kandungan,
ataupun lahir kurang bulan. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah perlu
penanganan yang serius, karena pada kondisi tersebut bayi mudah sekali
mengalami hipotermi dan belum sempurnanya pembentukan organ-organ
tubuhnya yang biasanya akan menjadi penyebab utama kematian bayi.
Gambar 4.20
Persentase Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011 – 2015
6
5
4
3
2
1
0
2011 2012 2013 2014 2015
Persentase 3,73 3,75 3,75 3,90 5,1
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015
Persentase bayi berat lahir rendah (BBLR) di Jawa Tengah pada tahun
2015 sebesar 5,1 persen, lebih tinggi dibandingkan persentase BBLR tahun
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 73

