Page 92 - Profil Kesehatan 2015
P. 92
Komplikasi yang menjadi penyebab kematian terbanyak adalah
asfiksia, bayi berat lahir rendah, dan infeksi. Dengan melihat adanya risiko
kematian yang tinggi dan berbagai serangan komplikasi pada minggu
pertama, maka setiap bayi baru lahir harus mendapatkan pemeriksaan sesuai
standar lebih sering (minimal 2 kali) dalam minggu pertama. Langkah ini
dilakukan untuk menemukan secara dini jika terdapat penyakit atau tanda
bahaya pada neonatus sehingga pertolongan dapat segera diberikan untuk
mencegah penyakit bertambah berat yang dapat menyebabkan kematian.
Kunjungan neonatus merupakan salah satu intervensi untuk menurunkan
kematian bayi baru lahir.
Jadwal kunjungan neonatal yang dilaksanakan saat ini adalah pada
umur 6-48 jam, umur 3-7 hari dan umur 8-28 hari. Indikator ini mengukur
kemampuan manajemen program Kesehatan Ibu Anak (KIA) dalam
menyelenggarakan pelayanan neonatal yang komprehensif. Kunjungan
neonatal pertama (KN1) adalah cakupan pelayanan kesehatan bayi baru lahir
(umur 6 jam - 48 jam) di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu
yang ditangani sesuai standar oleh tenaga kesehatan terlatih di seluruh
sarana pelayanan kesehatan.
Pelayanan yang diberikan saat kunjungan neonatal adalah
pemeriksaan sesuai standar Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM) dan
konseling perawatan bayi baru lahir termasuk ASI eksklusif dan perawatan
tali pusat. Pada kunjungan neonatal pertama (KN1), bayi baru lahir
mendapatkan vitamin K1 injeksi dan imunisasi hepatitis B0 bila belum
diberikan pada saat lahir.
Selain KN1, indikator yang menggambarkan pelayanan kesehatan bagi
neonatal adalah KN lengkap yang mengharuskan agar setiap bayi baru lahir
memperoleh pelayanan Kunjungan Neonatal minimal 3 kali, yaitu 1 kali pada
6-48 jam, 1 kali pada 3-7 hari, 1 kali pada 8-28 hari sesuai standar di satu
wilayah kerja pada satu tahun. Cakupan KN1 dan KN lengkap tahun 2015
dapat dilihat pada gambar 4.22.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 75

