Page 97 - Profil Kesehatan 2015
P. 97







Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) bayi, pemberian vitamin
A pada bayi, dan penyuluhan perawatan kesehatan bayi serta penyuluhan ASI

Eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MP ASI) dan lain-lain.
Cakupan pelayanan kesehatan bayi dapat menggambarkan upaya

pemerintah dalam meningkatan akses bayi untuk memperoleh pelayanan
kesehatan dasar, mengetahui sedini mungkin adanya kelainan atau penyakit,

pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit serta peningkatan kualitas
hidup bayi. Gambaran cakupan pelayanan kesehatan bayi per kabupaten/kota

di Jawa Tengah tahun 2015 disajikan pada gambar 4.27.

Gambar 4.27
Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi Menurut Kabupaten/Kota
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015


104,00 101,45 101,83 103,12
102,00 99,22 99,50 100,00 100,63
100,00 97,28 97,41 97,81 97,82 97,83 97,95 98,03 98,05 98,12 98,46 98,56 97,55
98,00 96,13 96,31 96,56 96,78 96,85 96,96 97,06 97,14
95,11 95,53 95,72 95,74 95,75
96,00 94,77 94,93
93,43 93,85
94,00
92,00
90,00

88,00




Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015

Cakupan pelayanan kesehatan bayi di Jawa Tengah tahun 2015
sebesar 97,5 persen, sedikit meningkat bila dibandingkan cakupan pelayanan

kesehatan bayi tahun 2014 yaitu 96,3 persen. Terdapat lima kabupaten/kota
dengan cakupan pelayanan kesehatan bayi lebih dari 100 persen yaitu

Wonogiri, Kota Tegal, Boyolali, Pekalongan, dan Sragen. Kabupaten/kota
dengan cakupan pelayanan kesehatan bayi terrendah adalah Wonosobo yaitu

93,4 persen, diikuti Rembang 93,9 persen, dan Kudus 94,8 persen.

15. Persentase Desa/Kelurahan “Universal Child Immunization” (UCI)
Strategi operasional pencapaian cakupan tinggi dan merata berupa

pencapaian Universal Child Immunization (UCI) yang berdasarkan indikator





Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 80
   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102