Page 86 - Profil Kesehatan 2015
P. 86
Gambar 4.15
Cakupan Penanganan Komplikasi Neonatal
Menurut Kabupaten/Kota
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015
140,00 109,34 113,03 114,77 117,62 129,45
120,00 94,13 98,57 98,61 98,65 104,85 106,02 107,76 111,59
100,00 80,27 80,49 81,14 81,63 82,86 90,64 91,23 92,49 93,41 93,44 94,10 87,60
80,00 59,75 62,46 64,66 67,09 67,48 69,83 73,11 74,84
60,00 43,05 53,65
40,00 23,97
20,00
0,00
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015
Dari gambar 4.15, kabupaten/kota dengan cakupan penanganan
neonatal dengan komplikasi tertinggi adalah Wonosobo yaitu 129,4 persen,
diikuti Karanganyar 117,6 persen, dan Semarang 114,8 persen.
Kabupaten/kota dengan cakupan penanganan neonatal dengan komplikasi
terrendah adalah Kota Surakarta yaitu 24,0 persen, diikuti Kota Magelang
43,0 persen, dan Magelang 53,7 persen.
9. Persentase Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi
Kasus kematian ibu yang semakin meningkat dari tahun ke tahun
dapat dicegah/dikurangi dengan upaya melaksanakan Program Keluarga
Berencana (KB), khususnya bagi ibu dengan kondisi 4T yaitu terlalu muda
melahirkan (di bawah usia 20 tahun), terlalu sering melahirkan, terlalu dekat
jarak melahirkan, dan terlalu tua melahirkan (diatas usia 35 tahun).
Keluarga Berencana yaitu suatu upaya yang berguna untuk
perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan
dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran
seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya.
Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan
salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang
sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 69

