Page 84 - Profil Kesehatan 2015
P. 84
Gambar 4.13
Cakupan Penanganan Komplikasi Kebidanan
Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2015
200,00 176,65 183,23
180,00 159,47
146,73 150,35 152,69
160,00 131,36 134,04 134,98 137,66 141,75
140,00 108,73 109,69 111,08 116,57 117,84 118,47 119,49 120,78 121,71 122,84 123,11 124,89 125,32 120,00
120,00 96,32 97,74 98,55 103,04 103,29 105,88 106,86 107,17
100,00 77,98 87,47
80,00 64,62
60,00
40,00
20,00
0,00
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015
8. Cakupan Neonatus dengan Komplikasi Ditangani
Neonatal dengan komplikasi adalah neonatal dengan penyakit dan
atau kelainan yang dapat menyebabkan kecacatan dan atau kematian,
seperti asfiksia, ikterus, hipotermia, tetanus neonatorum, infeksi/sepsis,
trauma lahir, BBLR (berat lahir < 2.500 gram), sindroma gangguan
pernafasan, dan kelainan kongenital maupun yang termasuk klasifikasi kuning
dan merah pada pemeriksaan dengan Manajemen Terpadu Bayi Muda
(MTBM)
Komplikasi yang menjadi penyebab kematian terbesar adalah asfiksia,
bayi berat lahir rendah dan infeksi. Komplikasi ini sebetulnya dapat dicegah
dan ditangani. Namun terkendala oleh akses ke pelayanan kesehatan,
keadaan sosial ekonomi, sistem rujukan yang belum berjalan dengan baik,
terlambatnya deteksi dini dan kesadaran orang tua untuk mencari
pertolongan kesehatan.
Penanganan neonatal dengan komplikasi adalah penanganan
terhadap neonatal sakit dan atau neonatal dengan kelainan atau
komplikasi/kegawatdaruratan yang mendapat pelayanan sesuai standar
oleh tenaga kesehatan (dokter, bidan atau perawat) terlatih baik di
rumah, sarana pelayanan kesehatan dasar maupun sarana
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 67

