Page 66 - Profil Kesehatan 2015
P. 66
Hipertensi terkait dengan perilaku dan pola hidup. Pengendalian hipertensi
dilakukan dengan perubahan perilaku antara lain menghindari asap rokok, diet
sehat, rajin aktifitas fisik dan tidak mengkonsumsi alkhohol. Dari hasil
pengukuran hipertensi seperti disajikan pada gambar 3.9., kabupaten/kota
dengan persentase hipertensi tertinggi adalah Wonosobo yaitu 42.82 persen,
diikuti Tegal 40.67 persen, dan Kebumen 39,55 persen. Kabupaten/kota dengan
persentase hipertensi terrendah adalah Pati yaitu 4,50 persen, diikuti Batang 4,75
persen, dan Jepara 5,55 persen.
27. Pemeriksaan Obesitas
Obesitas adalah suatu keadaan dimana terjadi timbunan lemak yang
berlebihan atau abnormal pada jaringan adipose, yang akan mengganggu
kesehatan (WHO, 1998). Seseorang dikatakan obesitas apabila Indeks Massa
Tubuh (IMT) ≥ 25 kg/m². Klasifikasi obesitas tersebut adalah : Kategori Obesitas
I dengan IMT (kg/m²) adalah 25,0-29,9; Kategori Obesitas II dengan IMT
(kg/m²) adalah ≥30. Seperti halnya hipertensi, obesitas juga merupakan faktor
risiko Penyakit Degeneratif seperti jantung, stroke dan penyakit pembuluh darah
lainnya. Deteksi dini obesitas diharapkan dilakukan untuk semua kunjungan ke
fasilitas pelayanan primer.
Pada tahun 2015, jumlah kunjungan puskesmas dan jaringannya (usia >
15 th) yang dilaporkan tercatat 18.734.668 orang, dari jumlah tersebut yang
dilakukan pengukuran obesitas dilaporan sebanyak 1.938.628.orang atau 10,38
persen, terdiri dari laki-laki 616.867 orang atau 7,55 persen dan perempuan
1.321.761 orang atau 12,51 persen. Dari hasil pengukuran obesitas diperoleh
persentase obesitas sebesar 28,97 persen dengan rincian pada laki-laki sebesar
24,04 persen dan perempuan sebesar 31,28 persen. Terdapat dua
kabupaten/kota yang tidak melaporkan hasil pengukuran obesitas yaitu Sragen,
Purworejo, dan Rembang.
Kabupaten/Kota dengan persentase obesitas tertinggi adalah Kota Salatiga
yaitu 71,18 persen, diikuti Magelang 65,02 persen, dan Karanganyar 64,86
persen. Kabupaten/kota dengan persentase obesitas terrendah adala Pati yaitu
4,47 persen, diikuti Banjarnegara 6,65 persen, dan Batang 7,26 persen.
Persentase obesitas menurut kabupaten/kota dapat dilihat pada gambar 3.40.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 49

