Page 64 - Profil Kesehatan 2015
P. 64
Penyakit Hipertensi masih menempati proporsi terbesar dari seluruh PTM
yang dilaporkan, yaitu sebesar 57,87 persen, sedangkan urutan kedua terbanyak
adalah Diabetes Mellitus sebesar 18,33 persen. Dua penyakit tersebut menjadi
prioritas utama pengendalian PTM di Jawa Tengah. Jika Hipertensi dan Diabetes
Melitus tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan PTM lanjutan seperti
Jantung, Stroke, Gagal Ginjal, dsb. Pengendalian PTM dapat dilakukan dengan
intervensi yang tepat pada setiap sasaran/kelompok populasi tertentu sehingga
peningkatan kasus baru PTM dapat ditekan.
26. Persentase Hipertensi/Tekanan Darah Tinggi
Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan angka prevalensi hipertensi secara
nasional (25,8%), jika dibanding hasil riskesda tahun 2007 (31,7/1000)
menunjukkan adanya penurunan angka prevalensi, namun hal ini tetap perlu di
waspadai mengingat hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit
degeneratif antara lain penyakit jantung, stroke dan penyakit pembuluh darah
lainnya.
Pengukuran tekanan darah merupakan salah satu kegiatan deteksi dini
terhadap faktor risiko PTM seperti Hipertensi, Stroke, Jantung, Kelainan Fungsi
Ginjal atau yang lainnya. Kegiatan ini bisa dilaksanakan di setiap fasilitas
kesehatan termasuk puskesmas atau klinik kesehatan lainnya. Juga bisa
dilaksanakan di Pos Pembinaan Terpadu PTM yang ada di masyarakat.
Jumlah penduduk berisiko (> 15 th) yang dilakukan pengukuran tekanan
darah pada tahun 2015 tercatat sebanyak 2.807.407 atau 11,03 persen.
Persentase penduduk yang dilakukan pemeriksaan tekanan darah tahun 2015
tertinggi di Kota Salatiga sebesar 41,52 persen, sebaliknya persentase terrendah
pengukuran tekanan darah adalah di Kabupaten Banjarnegara sebesar 0,83
persen. Kabupaten/kota dengan cakupan di atas rata-rata provinsi adalah
Jepara, Pati, Kota Magelang, Kota Tegal, dan Kota Surakarta.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 47

