Page 61 - Profil Kesehatan 2015
P. 61







diatasi dengan mengaktifkan kembali Tim Gebrak Malaria; 5) Belum semua
rumah sakit melakukan pemeriksaan sediaan darah secara mikroskopis

(pemeriksaan dengan RDT) dilakukan ceramah klinik, on the job training.

24. Kasus Penyakit Filariasis Ditangani

Program eliminasi filariasis di Indonesia dilakukan atas dasar kesepakatan
global tahun 2000 yaitu “The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as
a Public Health Problem the year 2020” yang merupakan realisasi dari resolusi

WHA pada tahun 1997. Program eliminasi dilaksanakan melalui dua pilar kegiatan

yaitu : pemberian obat pencegahan massal (POPM) filariasis kepada seluruh
penduduk di kabupaten endemis filariasis, kedua dengan tatalaksana kasus klinis
filariasis guna mencegah dan mengurangi kecacatan.

Di Provinsi Jawa Tengah terdapat 9 kabupaten/kota yang endemis

filariasis yaitu Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Brebes, Wonosobo,
Semarang, Grobogan, Blora, Pati dan Demak. Kota Pekalongan sudah
melaksanakan POPM mulai tahun 2011 dan sudah 5 tahun berturut-turut sampai

dengan tahun 2015. Pelaksanaan POPM Kota Pekalongan menggunakan dana
APBD II. Kabupaten Pekalongan, Blora dan Pati melaksanakan POPM mulai tahun

2015 menggunakan dana Dekon. Menyisakan 5 kabupaten endemis yang belum
melaksanakan POPM.


Gambar 3.36
Jumlah Kasus Filariasis
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015

120 108

100

80

60 52 52
40 22 25 32

20 8 8 8 9 10 10 11 12 14 17 17 18 20
0 1 2 2 3 3 3 3 3 4 4 5 5 5 6 6
0




Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015
Kasus filariasis (kronis) di Jawa Tengah secara kumulatif sebanyak 508

kasus menyebar di 34 kabupaten/kota. Hanya Kota magelang yang belum pernah



Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 44
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66