Page 62 - Profil Kesehatan 2015
P. 62







melaporkan penemuan kasus kronis filariasis. Kasus kronis filariasis selalu
ditemukan setiap tahun.

Penemuan kasus baru filariasis baru terbanyak adalah di Kota Semarang 6
kasus, diikuti Demak 4 kasus, Kendal 3 kasus, Blora 2 kasus dan yang lainnya

masing-masing satu kasus yaitu di Boyolali, Sukoharjo, Sragen, Pati, Semarang,
dan Batang. Kasus filariasis baru selalu ditemukan setiap tahun, hal ini berarti

kemungkinan masih banyak kasus kronis yang belum ditemukan.
Penatalaksanaan kasus filariasis kronis oleh kabupaten/kota berupa

pemberian obat DEC 3 x 100 mg selama 10 hari. Permasalahannya, perawatan
bagi penderita belum dilakukan secara rutin sehingga pasien harus dilatih untuk

melakukan perawatan diri-sendiri. Oleh karena itu saat ini masih diperlukan
advokasi dan sosialisasi program filariasis ke kabupaten/kota, peningkatan

pengetahuan petugas untuk penemuan dan tatalaksana kasus filariasis.

25. Penyakit Tidak Menular
Penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, kanker,

diabetes melitus, cedera dan penyakit paru obstruktif kronik serta penyakit kronik
lainnya merupakan 63 persen penyebab kematian di seluruh dunia dengan

membunuh 36 juta jiwa per tahun (WHO, 2010). Di Indonesia sendiri, penyakit
menular masih merupakan masalah kesehatan penting dan dalam waktu

bersamaan morbiditas dan mortalitas PTM semakin meningkat. Hal tersebut
menjadi beban ganda dalam pelayanan kesehatan, sekaligus tantangan yang

harus dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan di Indonesia.
Peningkatan PTM berdampak negatif pada ekonomi dan produktivitas

bangsa. Pengobatan PTM seringkali memakan waktu lama dan memerlukan biaya
besar. Beberapa jenis PTM merupakan penyakit kronik dan/atau katastropik yang

dapat mengganggu ekonomi penderita dan keluarganya. Selain itu, salah satu
dampak PTM adalah terjadinya kecacatan termasuk kecacatan permanen. Secara

global, regional, dan nasional pada tahun 2030 diproyeksikan terjadi transisi
epidemiologi dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular

Berbagai faktor risiko PTM antara lain yaitu merokok dan keterpaparan
terhadap asap rokok, minum minuman beralkohol, diet/pola makan, gaya hidup

yang tidak sehat, kegemukan, obat-obatan, dan riwayat keluarga (keturunan).
Prinsip upaya pencegahan tetap lebih baik dari pengobatan. Upaya pencegahan

penyakit tidak menular lebih ditujukan kepada faktor risiko yang telah




Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 45
   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67