Page 119 - Profil Kesehatan 2015
P. 119







keluar. NDR merupakan angka kematian ≥ 48 jam setelah dirawat per 1000
penderita keluar. Indkator ini merupakan indikator untuk menilai mutu

pelayanan Rumah Sakit, karena pasien yang meninggal < 48 jam setelah
dirawat memberikan gambaran upaya Rumah Sakit di dalam menyelamatkan

jiwa pasien. Pasien yang meninggal < 48 jam setelah dirawat sangat
dipengaruhi oleh tingkat keparahan pasien pada waktu masuk Rumah Sakit.

5. Indikator Kinerja Pelayanan di Rumah Sakit

Dari 276 rumah sakit, yang memberikan data yang dapat digunakan

untuk penghitungan indikator kinerja rumah sakit hanya 118 rumah sakit.
Dari data yang ada diperoleh tingkat pemanfaatan tempat tidur Rumah Sakit
(BOR/Bed Occupancy Rate) di Jawa Tengah tahun 2015 sebesar 61,4 persen,

meningkat bila dibandingkan dengan capaian tahun 2014 sebesar 48,6

persen. Nilai parameter BOR Ruah Sakit idealnya antara 60 – 85 persen.
Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan
tempat tidur Rumah Sakit. Dengan demikian BOR di Jawa Tengah berada

pada kisaran ideal.
Frekuensi penggunaan tempat tidur (BTO/Bed Turn Over) pada rumah

sakit di Jawa Tengah tahun 2015 adalah 65,7 kali per tahun, lebih tinggi
dibandingkan BTO tahun 2014 yaitu 45,6 kali per tahun. BTO menunjukkan

frekuensi pemakaian tempat tidur berapa kali dalam satu satuan waktu
tertentu (1 tahun) dipakai. Indikator ini memberikan gambaran tingkat

efisiensi dari pemakaian tempat tidur di Rumah Sakit. Nilai ideal BTO selama
satu tahun, untuk tempat tidur rata-rata dipakai adalah 40 – 50 kali. Rata-

rata BTO pada Rumah Sakit di Jawa Tengah lebih tinggi daripada batas ideal.
Interval penggunaan tempat tidur (TOI/Turn Of Interval) merupakan

rata-rata tempat tidur yang tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi
berikutnya. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi dari

penggunaan tempat tidur. Ideal TOI (tempat tidur kosong) hanya dalam
waktu 1 – 3 hari. Rata-rata TOI Rumah Sakit di Jawa Tengah tahun 2014

adalah 2,1 hari, lebih rendah daripada TOI tahun 2014 yaitu 4,1 hari. Hal ini
menggambarkan bahwa interval pemakaian tempat tidur di Jawa Tengah

sudah efisien karena berada dalah kisaran nilai ideal.
Rata-rata lama perawatan pasien (ALOS/Average Length Of Stay)

adalah adalah indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi dan mutu




Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 102
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124