Page 118 - Profil Kesehatan 2015
P. 118
paramedis Puskesmas terutama upaya promotif dan preventif, serta
meningkatkan pelaksanaan sistem monitoring dan evaluasi pencatatan dan
pelaporan program kesehatan jiwa.
Gambar 4.44
Kunjungan Gangguan Jiwa
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015
KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA
15,11%
24,30%
60,59%
Rumah Sakit Puskesmas Sarkes lain
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015
Jumlah kunjungan gangguan jiwa tahun 2015 sebanyak 317.504.
Persentase kunjungan gangguan jiwa terbesar adalah di rumah sakit yaitu
60,59 persen.
4. Angka Kematian Pasien Rumah Sakit
Angka kematian umum penderita yang dirawat di RS/GDR (Gross
Death Rate) berguna untuk mengetahui mutu pelayanan/perawatan di Rumah
Sakit. Semakin rendah GDR, berarti mutu pelayanan rumah sakit semakin
baik. Dari data yang masuk dari kabupaten/kota yaitu sebanyak 159 rumah
sakit yang melaporkan datanya, angka rata-rata GDR tahun 2015 sebesar
32,34 per 1.000 penderita keluar. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan
GDR tahun 2014 sebesar 30,77 per 1.000 penderita keluar. Sesuai standar
nilai GDR seyogyanya tidak lebih dari 45 per 1.000 penderita keluar Rumah
Sakit. Dari rata-rata GDR di Rumah Sakit di Provinsi Jawa Tengah masih
dalam batas nilai GDR yang dapat ditolerir.
Sedangkan angka NDR tahun 2015 sebesar 16,25 per 1.000 pasien
keluar, lebih rendah dibandingkan NDR tahun 2014 sebesar 17,75 per 1.000
penderita keluar. Hal ini menggambarkan bahwa angka kematian neto Rumah
Sakit di Jawa Tengah dianggap masih memenuhi standar. NDR pada suatu
Rumah Sakit dapat ditolerir apabila nilai kurang dari 25 per 1.000 penderita
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 101

