Page 110 - Profil Kesehatan 2014
P. 110







Gambar 5.4
Rasio Puskesmas Per 30.000 Penduduk Menurut Kabupaten/Kota
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014

1.50 1.43

1.30 1.14 1.17 1.25
1.10 0.91 0.93 0.96 0.97 0.98 0.99 1.00 1.08

0.90 0.74 0.74 0.78 0.79 0.86 0.86 0.88 0.89 0.90 0.92 0.78
0.64 0.66 0.67 0.68 0.69 0.71 0.71 0.72 0.73
0.70 0.54 0.61
0.51
0.50 0.42

0.30

0.10

-0.10





Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2014

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014, dalam

rangka meningkatkan aksesibilitas pelayanan, Puskesmas didukung oleh jaringan
pelayanan Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan. Jaringan
pelayanan Puskesmas terdiri atas Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling, dan

bidan desa. Pada tahun 2014, jumlah jaringan Puskesmas di Jawa tengah adalah

sebagai berikut : (1) Puskesmas Pembantu sebanyak 1.561 unit; (2) Puskesmas
Keliling sebanyak 960 unit; bidan desa sebanyak 9.002 orang.
Angka kematian ibu di Jawa Tengah tahun 2014 masih tinggi yaitu 126,5

per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu upaya penurunan angka kematian ibu

dan angka kematian bayi adalah dengan peningkatan akses kepada pelayanan
kegawatdaruratan obstetri dan neonatal dasar. Oleh karena itu Badan Kesehatan
Dunia (WHO) menargetkan agar minimal terdapat 4 Puskesmas PONED di tiap

kabupaten/kota. Sampai dengan Bulan Desember 2014, jumlah puskesmas
PONED di Jawa Tengah sebanyak 225 unit. Jumlah tersebut sudah melebihi

target WHO.








Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 104
   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115