Page 94 - 1Profil Kesehatan Jawa Tengah 2023
P. 94
keteraturan dan kelengkapan kunjungan ANC, anemia pada ibu hamil, Kurang
Energi Kronik (KEK), dan lain-lain), kelahiran prematur, dan gangguan plasenta
yang mengakibatkan gangguan pada proses transportasi nutrisi pada plasenta.
Untuk itu menjadi sangat penting dalam mempersiapkan sedini mungkin kondisi
ibu yang sehat dan layak hamil sejak dari calon pengantin dan masa remaja.
Selain sebagai salah satu penyebab tingginya kematian pada bayi baru lahir,
BBLR juga meningkatkan risiko stunting dan munculnya penyakit tidak menular
di kemudian hari, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Berdasarkan data profil kesehatan Kabupaten/ Kota, pada tahun 2023
sebesar 5,2 persen bayi baru lahir yang ditimbang berat badannya memiliki berat
badan lahir rendah (BBLR).
Gambar 6.24
Persentase Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019 – 2023
6,0% 5,2%
4,7% 4,6% 4,6%
5,0% 4,3%
4,0%
3,0%
2,0%
1,0%
0,0%
2019 2020 2021 2022 2023
Sumber: Profil Kesehatan Kabupaten/Kota
Kabupaten/ Kota dengan persentase BBLR terrendah adalah Kota
Salatiga sebesar 1 persen dan tertinggi Banyumas sebesar 8,3 persen.
Sebanyak 16 Kabupaten/ Kota mempunyai persentase BBLR lebih rendah
dibanding persentase tingkat Jawa Tengah.
Gambar 6.25
Persentase BBLR Menurut Kabupaten/ Kota
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
Sumber: Profil Kesehatan Kabupaten/Kota
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023 75

