Page 90 - 1Profil Kesehatan Jawa Tengah 2023
P. 90
Jumlah kematian balita pada tahun 2023 sebanyak 5.339 kematian balita,
meningkat dibandingkan tahun 2022 yang sebanyak 4.699 kematian. Dari seluruh
kematian balita, 63,44 persen diantaranya terjadi pada masa neonatal (3.387
kematian). Sementara itu, kematian pada masa post neonatal (usia 29 hari-11
bulan) sebesar 22,94 persen (1.225 kematian) dan kematian anak balita (usia 12-
59 bulan) sebesar 13,62 persen (727 kematian).
Gambar 6.18
Proporsi Penyebab Kematian Neonatal di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023
LAIN-LAIN
15,56% BBLR DAN PREMATURITAS
38,44%
COVID-19 0,06%
KELAINAN
KONGENITAL 16,30%
INFEKSI 5,28%
TETANUS NEONATORUM ASFIKSIA
0,24% 24,12%
Sumber : Data Program Kesga Provinsi Jawa Tengah
Penyebab kematian neonatal terbanyak di Jawa Tengah pada tahun 2023
adalah kondisi BBLR dan Prematuritas sebesar 38,44 persen dan asfiksia sebesar
24,12 persen. Penyebab kematian lain di antaranya kelainan kongenital, infeksi,
Tetanus Neonatorum, COVID-19, dan lain-lain.
Gambar 6.19
Proporsi Penyebab Kematian Post Neonatal (29 hari-11 bulan)
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022
Covid-19; 0,15% Kelainan Kongenital Jantung
& Lainnya; 39,49%
Tenggelam, Cedera,
Kecelakaan; 1,21%
Penyakit Saraf; 1,36%
Demam Berdarah 2,42%
Meningitis 3,33% Pneumonia;
27,53%
Kondisi Perinatal 9,38%
Diare; 15,13%
Sumber : Data Program Kesga Provinsi Jawa Tengah
Pada tahun 2023, kelainan kongenital jantung dan lainnya menjadi
penyebab kematian terbanyak pada masa post neonatal, yaitu sebesar 39,49
persen. Selain itu, Pneumonia dan Diare masih tetap menjadi penyebab utama
kedua dan ketiga pada masa post neonatal. Penyebab kematian lain di antaranya
adalah COVID-19, kondisi perinatal, penyakit saraf, meningitis, demam berdarah,
tenggelan, cidera, kecelakaan, dan lain-lain
Penyebab utama kematian terbanyak pada kelompok anak balita (12-59
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023 71

