Page 88 - 1Profil Kesehatan Jawa Tengah 2023
P. 88
B (DDHB) pada ibu hamil menggunakan tes cepat/Rapid Diagnostic Test (RDT)
Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg). HBsAg merupakan antigen permukaan
yang ditemukan pada virus hepatitis B yang memberikan arti adanya infeksi
hepatitis B. DDHB bertujuan menemukan sedini mungkin ibu hamil terinfeksi
hepatitis B (HBsAg Reaktif), kemudian ditindaklanjuti dengan serangkaian upaya
terhadap bayi dari ibu terdeteksi HBsAg Reaktif tersebut yang didahului dengan
pemberian vitamin K1 kemudian Vaksin Hepatitis B (HB0) dan HBIg (Hepatitis B
Imunoglobulin) sebelum 24 Jam kelahiran. HBIg merupakan serum antibodi
spesifik hepatitis B yang memberikan perlindungan langsung kepada bayi.
Pelaksanaan DDHB pada kelompok berisiko/ibu hamil telah dilakukan
sejak tahun 2013 dengan uji coba di satu provinsi yaitu DKI Jakarta pada 5.000
ibu hamil, pelaksanaan DDHB terus diperluas secara bertahap ke seluruh
kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Di Jawa Tengah sudah semua
kabupaten/kota melaksanakan DDHB.
Gambar 6.15
Persentase Ibu Hamil dilakukan DDHB menurut Kabupaten/ Kota
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023
120
100
80
60
40
20
0
Sumber: Seksi P2PM Dinkes Prov Jateng
Pada tahun 2023 sebesar 68,8 persen ibu hamil melaksanakan DDHB
dari jumlah sasaran ibu hamil tahun 2023 sebanyak 496.436 ibu hamil.
Kabupaten/kota dengan capaian lebih dari 100 persen adalah Kota Pekalongan
dan Rembang.
Hasil pemeriksaan RDT HBsAg tahun 2023 menemukan sebanyak 4.730
atau 1,4 persen ibu hamil yang diperiksa menunjukkan hasil reaktif.
Kabupaten/kota dengan hasil tertinggi yaitu Jepara sebesar 9,9 persen dan
Kudus 4,6 persen. Presentase ibu hamil diperiksa dengan HBsAg reaktif pada
tahun 2023 menurut kabupaten/kota dapat dilihat pada Gambar 6.16.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023 69

