Page 91 - 1Profil Kesehatan Jawa Tengah 2023
P. 91
bulan) adalah Pneumonia sebesar 26,76 persen dan Diare sebesar 17,84 persen.
Penyebab kematian lainnya, yaitu kelainan kongenital jantung, Demam Berdarah,
tenggelam, kecelakaan, kelainan kongenital lainnya, COVID-19, penyakit saraf, dan
penyebab lainnya
Gambar 6.20
Proporsi Penyebab Kematian Anak Balita (12 – 59 bulan)
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023
Pneumonia; 26,76%
Covid-19; Diare;
1,08% 17,84%
Infeksi Parasit; 1,89%
Tenggelam; 6,49%
PD3I; 1,08%
Penyakit
Kelainan Kongenital Saraf; 1,62%
Lainnya; 13,24%
Kecelakaan Lalu Lintas
1,89% Kelainan Kongenital Demam Berdarah
Jantung 17,57% 10,54%
Sumber : Data Program Kesga Provinsi Jawa Tengah
AKN di Jawa Tengah tahun 2023 sebesar 5,9 per 1.000 kelahiran hidup.
Perhatian terhadap upaya penurunan angka kematian neonatal (0-28 hari) menjadi
penting karena kematian neonatal memberi kontribusi sebesar 63,4 persen
terhadap kematian bayi di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten/ Kota dengan AKN
tertinggi adalah Wonogiri sebesar 9,8 per 1000 kelahiran hidup dan terendah adalah
Kota Surakarta sebesar 1,4 per 1000 kelahiran hidup. Sebesar 54,3 persen
kabupaten/ kota mempunyai AKN yang lebih tinggi dibandingkan AKN tingkat
provinsi tahun 2022.
Gambar 6.21
Angka Kematian Neonatal Menurut Kabupaten/ Kota
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
Sumber : Data Program Kesga Provinsi Jawa Tengah
Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan jumlah kematian bayi (0-11 bulan)
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023 72

