Page 102 - 1Profil Kesehatan Jawa Tengah 2023
P. 102
optimal. Jika anak tersebut tidak menyelesaikannya secara lengkap maka
disebut sebagai Drop Out (DO). Angka DO ini menjadi indikator pemanfaatan
layanan imunisasi. Pemanfaatan layanan imunisasi adalah kesempatan
masyarakat menggunakan fasilitas kesehatan untuk mendapatkan layanan
imunisasi.
Untuk mengetahui angka DO pada bayi, dapat dilakukan
penghitungan menggunakan DO imunisasi DPT-HB-Hib1 ke DPT-HB-Hib3
atau DO imunisasi DPT-HB-Hib1 ke Campak Rubela 1. Angka DO imunisasi
DPT-HB-Hib1 ke DPT-HB-Hib3 diperoleh dengan menghitung selisih
cakupan imunisasi DPT-HB-Hib1 dengan cakupan imunisasi DPT-HB-Hib3.
Sedangkan, angka DO imunisasi DPT-HB-Hib1 ke Campak Rubela 1
diperoleh dengan menghitung selisih cakupan imunisasi DPT-HB-Hib1
dengan cakupan imunisasi Campak Rubela 1. Pemanfaatan layanan
imunisasi dianggap baik apabila angka DO <5 persen, sehingga angka DO
dari DPT-HB-Hib1 ke DPT- HB-Hib3 atau DPT-HB-Hib1 ke Campak Rubela
1 diharapkan tidak melebihi 5 persen. Tren dalam 5 tahun terakhir dapat
dilihat pada gambar berikut.
Gambar 6.34
Angka Drop Out Imunisasi DPT/HB1-Campak pada Bayi
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019 – 2023
5
1,80
0 1,00 -0,60 0,10
2019 2020 2021 2022 2022
-5
-10
-15 -14,47
-20
Sumber: Data Program Imunisasi Provinsi Jawa Tengah
c. Desa/Kelurahan UCI (Universal Child Immunization)
Sebagai salah satu indikator keberhasilan program imunisasi adalah
pencapaian cakupan tinggi dan merata berupa pencapaian Universal Child
Immunization (UCI) yang berdasarkan indikator cakupan imunisasi dasar
lengkap (IDL) yang meliputi HB0 1 kali, BCG 1 kali, DPT-HB-Hib 3 kali, Polio
4 kali dan campak 1 kali pada bayi usia 1 tahun dengan target capaian
Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sebesar 99,96 persen.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023 83

