Page 106 - 1Profil Kesehatan Jawa Tengah 2023
P. 106

Cakupan pelayanan kesehatan peserta didik kelas 1 SD/MI tahun 2023
                         sebesar 96,94 persen, meningkat dibanding tahun 2022 sebesar 91,0 persen
                         dan tahun. persen 2021 sebesar 84,9 persen. Cakupan pelayanan kesehatan

                         peserta didik kelas 7 SMP/MTS tahun 2023 sebesar 93,26  persen meningkat
                         dibanding tahun 2022 sebesar 90,8 persen dan tahun 2021 sebesar 83,8 persen,
                         sementara cakupan pelayanan kesehatan peserta didik kelas 10 SMA/MA tahun

                         2023  sebesar  89,91  persen  meningkat  dibanding  tahun  2022  sebesar  77,6
                         persen dan tahun 2021 sebesar 60,9 persen.

                               Anak usia sekolah (7-18 tahun) merupakan kelompok usia yang paling
                         sehat  dibandingkan  dengan  kelompok  usia  lainnya.  Namun  perilaku  mereka
                         dapat  mengakibatkan  timbulnya  gangguan  kesehatan  pada  saat  ini  atau  di

                         kemudian hari. Masalah kesehatan usia sekolah dan remaja sangat kompleks,
                         mulai dari kesehatan reproduksi dan seksual, HIV dan AIDS, gizi, penggunaan

                         zat adiktif, kekerasan dan cedera, kesehatan mental, kebersihan dan sanitasi,
                         serta penyakit tidak menular.
                               Berdasarkan  data  Riskesdas  tahun  2018,  persentase  anemia  pada

                         kelompok usia 5-14 tahun sebesar 26 persen dan pada kelompok usia 15-24
                         tahun  sebesar  32  persen.  Hal  ini  perlu  mendapat  perhatian  khusus  karena
                         anemia pada anak usia sekolah dan remaja berdampak pada peningkatan risiko

                         stunting  dan  khusus  pada  remaja  putri  akan  mempengaruhi  kualitas
                         keturunannya apabila remaja tersebut kelak hamil. Selain itu, anemia pada ibu
                         hamil merupakan salah satu faktor risiko meningkatnya AKI dan AKB.

                               Anak usia sekolah dan remaja membutuhkan asupan gizi yang optimal
                         untuk  pertumbuhan  dan  perkembangannya.  Salah  satu  program  pemerintah

                         untuk penanganan anemia pada remaja (10-18 tahun) yaitu pemberian Tablet
                         Tambah Darah (TTD) pada remaja puteri.  Berdasarkan hasil Riskesdas 2018,
                         remaja puteri yang mendapatkan TTD sebesar 76,2 persen. Tingkat konsumsi

                         TTD < 52 butir sebesar 98,6persen dan yang mengkonsumsi ≥ 52 butir sebesar
                         1,4 persen.

                               Persentase remaja putri kelas 7 dan 10 yang diskrining Hb tahun 2023
                         sebesar  85,39  persen,  dengan  hasil  30,45  persen  anemia.  Rincian  per
                         Kabupaten/Kota di Jawa Tengah sebagai berikut :











                  Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023                                   87
   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111