Page 65 - Profil Jateng 2018 cetak
P. 65
4. Pelayanan Komplikasi Kebidanan
Penanganan komplikasi kebidanan adalah pelayanan kepada ibu dengan
komplikasi kebidanan untuk mendapatkan penanganan definitif sesuai standar
oleh tenaga kesehatan kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan.
Diperkirakan 20 persen ibu hamil akan mengalami komplikasi kebidanan.
Komplikasi dalam kehamilan dan persalinan tidak selalu dapat diduga
sebelumnya, oleh karenanya semua persalinan harus ditolong oleh tenaga
kesehatan agar komplikasi kebidanan dapat segera dideteksi dan ditangani.
Cakupan penanganan komplikasi kebidanan di Jawa Tengah tahun 2018
sebesar 102,5 persen, menurun bila dibandingkan dengan capaian tahun 2017
(113,8 persen). Capaian indikator penanganan komplikasi kebidanan ini mencapai
lebih dari 100 persen karena penyebut untuk penghitungan indikator tersebut
adalah perkiraan bumil dengan komplikasi yaitu 20 persen dari jumlah ibu hamil,
tetapi pada kenyataannya jumlah ibu hamil dengan komplikasi riil lebih besar
daripada perkiraan. Cakupan penanganan komplikasi kebidanan di Jawa Tengah
dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 dapat dilihat pada gambar 5.15.
Gambar 5.15
Cakupan Penanganan Komplikasi Kebidanan
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 – 2018
120
120
110
112.6 113.8
100
101.1 102.5
90
80
70
60
50
2014 2015 2016 2017 2018
Sumber : Data Program Kesga Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018
Kabupaten/kota dengan persentase penanganan ibu hamil komplikasi
tertinggi adalah Pekalongan sebesar 171,5 persen, diikuti Blora 160,5 persen, dan
Banjarnegara 151,6 persen. Kabupaten/kota dengan persentase penanganan ibu
hamil komplikasi terrendah adalah Kota Salatiga yaitu 75,1 persen, diikuti Jepara
94,5, dan Purbalingga 96,3 persen. Selengkapnya dapat dilihat pada gambar 5.16.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 49

