Page 107 - Profil Jateng 2018 cetak
P. 107
kasus. Dari seluruh kasus yang meninggal sebanyak 6 kasus (CFR = 13,04
persen).
3. Tetanus Neonatorum
Tetanus Neonatorum umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir. Tetanus
Neonatorum menyerang bayi yang baru lahir karena dilahirkan di tempat yang
tidak bersih dan steril, terutama jika tali pusar terinfeksi. Tetanus Neonatorum
dapat menyebabkan kematian pada bayi dan banyak terjadi di negara
berkembang. Sedangkan di negara-negara maju, dimana kebersihan dan teknik
melahirkan yang sudah maju tingkat kematian akibat infeksi tetanus dapat ditekan.
Sejak 2016 tidak ditemukan adanya kasus tetanus neonatorum di kabupaten/kota
di Provinsi Jawa Tengah.
4. Campak
Campak adalah penyakit yang sangat menular yang dapat disebabkan
oleh sebuah virus yang bernama Virus Campak. Penularan melalui udara ataupun
kontak langsung dengan penderita. Gejala-gejalanya adalah demam, batuk, pilek,
dan bercak-bercak merah pada permukaan kulit 3 – 5 hari setelah anak menderita
demam. Bercak mula-mula timbul dipipi bawah telinga yang kemudian menjalar ke
muka, tubuh dan anggota tubuh lainnya. Komplikasi dari penyakit Campak ini
adalah radang paru-paru, infeksi pada telinga, radang pada saraf, radang pada
sendi, dan radang pada otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak yang
permanen (menetap).
Gambar 6.21
Kasus Campak di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 – 2018
800
576
600
400 308
205
200
0 0
0
2014 2015 2016 2017 2018
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2018
Gambar 6.21 menunjukkan penemuan kasus Campak di Jawa Tengah
selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2018 tidak ditemukan kasus Campak,
menurun dibandingkan penemuan tahun 2017 yaitu 205 kasus. Kasus yang
ditemukan adalah kasus campak klinis di 31 kabupaten/kota sebanyak 568 kasus.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 91

